Rabu, 26 Juni 2013

Klasifikasi Kingdom Animalia

Kingdom Animalia yang kita kenal sebagai hewan, memiliki bentuk yang beraneka ragam. Mulai dari Porifera yang sederhana hingga paus biru yang merupakan Mammalia terbesar.

Semua anggota kingdom Animalia merupakan organisme multiseluler. Tidak seperti Protista yang melakukan semua aktivitas biologisnya dalam satu sel, Animalia memiliki sel-sel yang telah terspesialisasi. Sel-sel yang telah terspesialisasi ini hanya mampu melakukan fungsi tertentu dan tidak dapat melakukan fungsi yang lain. Sel hewan yang berfungsi sebagai penyusun alat gerak atau sistem pencernaan, memerlukan sel lainnya untuk dapat melaksanakan fungsinya. Contohnya, sel darah merah yang memberikan suplai oksigen bagi sel saraf.

Kingdom-Animalia

Anggota kingdom Animalia bersifat heterotrof. Dapatkah Anda menjelaskan mengapa hewan bersifat heterotrof? Hewan tidak dapat memproduksi makanan sendiri, hanya dapat memperoleh makanan dari
organisme lain. Hewan merupakan organisme multiseluler dan sel-selnya telah terspesialisasi, anggota kingdom Animalia memiliki sistem pencernaan dan sistem transpor. Makanan yang didapat kemudian dicerna menjadi molekul sederhana dan disalurkan ke seluruh sel tubuh melalui sistem transpor. Secara umum ciri-ciri kingdom Animalia sebagai berikut.

  1. Makhluk hidup multiseluler
  2. Memperoleh makanan secara heterotrof
  3. Memerlukan oksigen
  4. Reproduksi secara seksual, pada beberapa filum secara aseksual
  5. Bentuk dewasanya selalu diploid (2n)

Dari sekitar dua juta spesies kingdom Animalia, 97 persen merupakan kelompok invertebrata, yaitu hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

Adapun, tiga persen sisanya merupakan kelompok vertebrata, hewan yang memiliki tulang belakang. Namun, perlu diingat bahwa pembagian hewan ke dalam dua kelompok tersebut bukanlah pembagian secara formal berdasarkan taksonomi, melainkan peninggalan sistem klasifikasi terdahulu. Dari sekian banyak anggota kingdom Animalia, para ahli taksonomi melakukan klasifikasi berdasarkan empat hal, yakni simetri tubuh, rongga tubuh, jumlah lapisan tubuh, dan segmentasi tubuh.

Berdasarkan simetri tubuhnya, terdapat hewan yang memiliki simetri tubuh bilateral dan simetri tubuh radial. Pada simetri tubuh bilateral, hanya terdapat satu bidang pembelahan khayal yang membagi tubuh sama besar sehingga memiliki bagian tubuh anterior (depan), posterior (belakang), dorsal (atas), dan ventral (bawah). Pada simetri radial, hanya memiliki bagian dorsal (atas) dan ventral (bawah) saja.

Untuk memahami bentuk simetri pada hewan, perhatikan gambar berikut:

(a)Simetri bilateral pada ikan dan (b) simetri radial pada anemon laut.

simetri tubuh hewan

Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hewan terbagi menjadi hewan diploblastik dan triploblastik. Hewan diploblastik merupakan hewan yang tubuhnya memiliki lapisan ektoderm dan lapisan endoderm. Contoh hewan kelompok ini adalah Porifera. Adapun hewan triploblastik adalah hewan yang tubuhnya memiliki tiga lapisan yaitu lapisan paling luar (ektoderm), lapisan tengah (mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm). Hewan triploblastik ini terbagi menjadi tiga macam, yaitu Acoelomata,
Pseudocoelomata, dan Coelomata.

Acoelomata adalah hewan yang bertubuh padat tanpa rongga (coelom) di antara usus dan tubuh bagian luarnya. Contoh dari hewan ini antara lain anggota Platyhelminthes (cacing pipih) (Gambar a). Pseudocoelomata adalah hewan yang memiliki rongga (coelom) di dalam saluran tubuhnya (Gambar b). Rongga tersebut berisi cairan, yang memisahkan alat pencernaan dengan lapisan mesoderm dan ektoderm. Contoh hewan dari kelompok ini adalah Nematoda (cacing gilig) dan Porifera. Adapun Coelomata merupakan hewan yang memiliki rongga tubuh (coelom) berisi cairan dan memiliki sekat. Sekat-sekat tersebut berasal dari jaringan mesoderm (Gambar c).

image

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kingdom Animalia dikelompokkan antara lain menjadi 14 filum. Keempat belas filum tersebut terdiri atas dua kelompok besar, yaitu invertebrata (tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang).

Apabila dibuat dalam sebuah tabel, klasifikasi Kingdom Animalia dapat dinyatakan sebagai berikut.

Klasifikasi Kingdom Animalia

A. Kelompok Invertebrata terdiri atas:

1. Porifera
2. Cnidaria
3. Ctenophora
4. Paltyhelminthes
5. Nemertea
6. Rotifera
7. Nematoda
8. Mollusca
9. Onychophora
10.Annelida
11. Arthropoda
12.Phorozoa
13.Bryozoa
14.Brachipoda
15. Echinodermata

B. Kelompok Vertebrata terdiri atas:

16. Chordata
       Subfilum Urochordata
       Subfilum Cephalochordata
       Subfilum Vertebrata
           Kelas Chordrichtyes
           Kelas Osteichtyes
           Kelas Amphibia
           Kelas Reptilia
           Kelas Aves
           Kelas Mammalia

Apa Saja Ciri-ciri Makhluk Hidup?

 

Semua makhluk hidup memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan benda tidak hidup. Ciri-ciri makhluk hidup antara lain memerlukan makanan, bernapas, mengeluarkan zat sisa, bergerak, peka/menanggapi rangsang, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, beradaptasi, dan memiliki bahan genetik. Contoh makhluk hidup, yaitu manusia, hewan, dan tumbuhan. Berikut ini adalah ciri-ciri makhluk hidup.

 

1. Memerlukan Makanan

Makhluk hidup memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Makanan berguna untuk pertumbuhan, mengganti sel-sel yang rusak, menghasilkan tenaga untuk melakukan berbagai aktivitas, dan untuk perkembangbiakan. Makhluk hidup memperoleh makanan dengan cara yang berbeda-beda.

harimau makan daging

Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Pada proses ini, tumbuhan mengambil air dari dalam tanah dan mengambil karbon dioksida dari udara. Kedua zat tersebut dengan bantuan cahaya matahari dapat diubah menjadi karbohidrat. Reaksi kimia dalam fotosintesis berikut ini.

image

Sebagian karbohidrat merupakan sumber energi bagi tumbuhan dan sebagian lagi disimpan sebagai makanan cadangan. Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri. Manusia memperoleh makanannya dengan cara memakan tumbuhan atau hewan.

 

Sementara itu, beberapa jenis hewan memperoleh makanannya dengan cara memakan tumbuhan atau hewan saja. Namun, ada juga hewan yang memakan baik tumbuhan maupun hewan lainnya.

2. Bernapas

Semua makhluk hidup memerlukan oksigen dari lingkungan untuk bernapas. Oksigen yang kita hirup saat bernapas digunakan untuk membakar makanan sehingga menghasilkan tenaga atau energi. Energi tersebut digunakan untuk semua aktivitas kehidupan.

bernapas

Selain energi, pembakaran makanan menghasilkan uap air dan karbon dioksida. Kedua zat ini dikeluarkan saat kita mengembuskan napas. Proses pernapasan ini dapat digambarkan dalam reaksi kimia berikut.

image

Alat pernapasan pada makhluk hidup bermacam-macam. Paru-paru merupakan alat pernapasan pada manusia dan hewan darat. Insang merupakan alat pernapasan pada hewan air. Trakea merupakan alat pernapasan serangga.

Tumbuhan tidak memiliki paru-paru atau insang sebagai alat pernapasan. Tumbuhan memiliki alat pernapasan khusus, yaitu stomata dan lentisel. Stomata merupakan lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan daun dan lentisel merupakan lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan kulit batang.


3. Mengeluarkan Zat Sisa

Tentu kamu mengeluarkan urine setiap hari. Urine ini dihasilkan oleh ginjal dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran kencing. Urine mengandung urea dan garam mineral lain. Zat-zat dalam urine tersebut merupakan zat sisa dari proses metabolisme tubuh. Zat sisa akan menumpuk dalam tubuh jika tidak dikeluarkan. Keadaan ini dapat membahayakan tubuh karena zat tersebut dapat  meracuni tubuh.Proses pernapasan juga mengeluarkan zat sisa, yaitu karbon dioksida dan uap air.

Kedua zat ini dihasilkan di paru-paru dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Proses pengeluaran zat sisa disebut ekskresi. Ginjal dan paru-paru merupakan alat ekskresi pada manusia. Selain ginjal dan paru-paru, manusia juga memiliki alat ekskresi berupa kulit dan hati. Kulit mengekskresikan keringat dan hati mengekskresikan cairan empedu. Beberapa jenis hewan juga memiliki alat ekskresi yang sama dengan manusia, contohnya kambing dan kelinci.

mengeluarkan urine

Tumbuhan tidak memiliki saluran pembuangan khusus seperti hewan. Zat sisa pada tumbuhan berupa karbon dioksida dan uap air. Zat-zat tersebut dikeluarkan melalui stomata pada daun dan lentisel pada batang.


4. Bergerak

Gerakan pada makhluk hidup mudah kamu amati pada manusia dan sebagian besar hewan. Hal ini karena manusia dan hewan mampu bergerak aktif dan berpindah tempat. Alat gerak manusia berupa kaki dan tangan serta alat gerak hewan berupa kaki/tungkai, sayap, dan sirip.

run cheetah

Gerakan tumbuhan sangat lambat sehingga gerakannya sulit untuk diamati oleh mata kita. Gerak tumbuhan bersifat pasif. Tumbuhan melakukan gerak tanpa berpindah tempat. Gerak tumbuhan dipengaruhi oleh rangsang. Contohnya daun putri malu yang mengatup ketika disentuh dan gerak ujung batang yang tumbuh ke arah cahaya matahari.


5. Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas)

Makhluk hidup mampu menerima dan menanggapi rangsang yang diterima. Kemampuan ini disebut  iritabilita. Rangsang dapat berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Rangsang dari luar tubuh dapat berupa rangsang yang bersifat fisik dan kimiawi. Contoh rangsang yang bersifat fisik, yaitu intensitas cahaya, perubahan suhu, dan sentuhan. Contoh rangsang yang bersifat kimiawi adalah bau zat kimia tertentu. Rangsang dari dalam tubuh dapat berupa rasa lapar dan haus.

peka terhadap rangsang

Manusia dan hewan memiliki alat indra yang peka terhadap rangsang. Ada lima indra, mata peka terhadap cahaya, telinga peka terhadap suara, hidung peka terhadap bau, lidah peka peka terhadap
rasa, dan kulit peka terhadap sentuhan, perubahan suhu, dan tekanan. Semua rangsang akan diterima oleh reseptor pada alat indra. Rangsang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat sehingga tubuh dapat menanggapi rangsang tersebut.

Tumbuhan tidak memiliki alat indra dan sistem saraf untuk menerima dan menyebarkan rangsang. Rangsang yang datang pada tumbuhan disebarkan oleh cairan dalam sel tumbuhan. Tumbuhan tertentu memiliki kepekaan terhadap jenis rangsang tertentu pula. Contohnya ujung batang tumbuhan tumbuh membengkok ke arah cahaya, akar tumbuhan tumbuh ke arah pusat bumi, dan daun putri malu akan mengatup jika disentuh.


6. Tumbuh dan Berkembang

Manusia mengalami pertumbuhan dari bayi, anak-anak, remaja, dan akhirnya menjadi dewasa. Pada proses pertumbuhan terjadi penambahan ukuran tubuh dari yang semula kecil kemudian berubah menjadi besar. Hal ini terjadi karena jumlah dan ukuran sel penyusun tubuh mengalami penambahan. Pertumbuhan bersifat irreversible atau tidak dapat balik dan bersifat kuantitatif atau dapat diukur. Manusia juga mengalami perkembangan. Perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan yang bersifat kualitatif atau tidak dapat diukur. Perkembangan merupakan perubahan/penyempurnaan struktur dan fungsi organ tubuh yang menyertai proses pertumbuhan.

tanaman tumbuh

Hewan dan tumbuhan juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yaitu faktor keturunan dan hormon. Adapun faktor luar meliputi faktor-faktor lingkungan, misalnya suhu dan kelembapan udara.

8. Beradaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Kemampuan ini berguna agar makhluk hidup dapat bertahan hidup di lingkungannya. Ada tiga macam bentuk adaptasi yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Adaptasi morfologi adalah penyesuaian terhadap lingkunganyang berhubungan dengan bentuk tubuh atau alat tubuh. Contoh adaptasi morfologi yaitu bentuk paruh burung pelikan yang panjang dan berkantong sehingga ikan dapat masuk ke dalam paruhnya.

pelikan adaptasi morfologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap keadaan lingkungan. Contoh adaptasi fisiologi yaitu bunga tanaman mengeluarkan bau yang khas untuk menarik perhatian serangga agar datang dan membantu penyerbukannya. Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh adaptasi tingkah laku yaitu bunglon mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya agar keberadaannya tidak diketahui pemangsanya.

9. Memiliki Bahan Genetik

Setiap makhluk hidup memiliki bahan genetik berupa DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid). DNA dan RNA ini terangkai di dalam kromosom. Kromosom berada di dalam inti sel. Bahan genetik ini berperan menyintesis protein dan menentukan sifat-sifat genetik setiap individu.

asam nukleat

Selasa, 25 Juni 2013

Perkembangan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Para ahli berupaya mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kedekatan hubungan kekerabatan.
Klasifikasi ini disebut klasifikasi sistem filogeni. Pengelompokan sistem ini terus-menerus mengalami
perkembangan. Perhatikan perkembangan klasifikasi filogeni dari masa-ke masa berikut penyempurnaan sistem klasifikasinya berikut ini.

1. Sistem Dua Kingdom

Sistem dua kingdom pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles (Yunani). Dalam sistem ini makhluk hidup dibagi menjadi kingdom Plantae dan Animalia.

3-3_aristoteles
a. Kingdom Plantae (kerajaan tumbuhan), meliputi berbagai makhluk hidup yang mempunyai ciri berdinding sel dan mempunyai klorofil. Anggota kingdom Plantae meliputi bakteri, jamur, ganggang, paku, dan tumbuhan berbiji.
b. Kingdom Animalia (kerajaan hewan), meliputi berbagai makhluk hidup yang memiliki ciri tidak berdinding sel dan tidak mempunyai klorofil. Anggota kingdom ini meliputi Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

2. Sistem Tiga Kingdom

Klasifikasi tiga kingdom membagi makhluk hidup menjadi Kingdom Monera, Plantae, dan Animalia.
a. Kingdom Monera adalah kelompok makhluk hidup yang memiliki ciri tersusun dari satu atau banyak sel dan belum memiliki membran inti.Anggota kingdom ini meliputi bakteri dan ganggang hijau-biru.
b. Kingdom Plantae adalah kelompok tumbuhan yang meliputi jamur, lumut, paku, dan tumbuhan biji.
c. Kingdom Animalia adalah kelompok hewan yang terdiri atas Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.

Namun demikian, ada juga ilmuwan yang mengembangkan klasifikasi tiga kingdom yang berbeda. Haeckel pada tahun 1866 mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kingdom yaitu Protista, Plantae, dan Animalia. Kingdom Protista adalah kelompok makhluk hidup yang tersusun dari satu atau banyak sel, memiliki membran inti, dan memiliki organel. Anggota kingdom ini meliputi Protozoa, ganggang, dan jamur. Anggota kingdom Plantae hanya terdiri atas lumut dan tumbuhan berpembuluh.

3. Sistem Empat Kingdom
Sistem empat kingdom terdiri atas kingdom Monera, Fungi, Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera terdiri atas bakteri dan ganggang hijau-biru. Kingdom Fungi dipisahkan dari Plantae karena tidak mempunyai klorofil walaupun sama-sama mempunyai dinding sel. Adapun kingdom Animalia meliputi berbagai jenis hewan seperti dalam sistem tiga kingdom.

Senin, 24 Juni 2013

Pengelompokan Makhluk Hidup dalam Lima Kingdom

Pengelompokan makhluk hidup menjadi lima kingdom pertama kali dikemukakan oleh Whittaker pada tahun 1969. Pengelompokan pada tingkat kingdom memiliki persamaan ciri yang lebih sedikit. Dengan demikian, spesies yang terdapat dalam kelompok tersebut berjumlah banyak. Pengelompokan makhluk
hidup menjadi lima kingdom menurut Whittaker meliputi Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

a. Monera (sekarang Eubacteria dan Archaebacteria)
Monera meliputi makhluk hidup yang sangat sederhana. Tubuh Monera terdiri atas satu sel (uniseluler). Oleh karena itu, anggota-anggota Monera tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung. Monera dapat dilihat menggunakan alat bantu, misal mikroskop.

Robet Whittaker

Gambar: Robert Whittaker


Inti sel Monera tidak dapat dilihat dengan jelas karena tidak memiliki membran inti. Oleh karena itu, Monera tergolong organisme prokariotik (tidak memiliki membran inti). Monera berkembang biak dengan cara membelah diri. Monera membelah dengan cara sederhana, yaitu satu sel menjadi dua, dua sel menjadi empat, dan seterusnya. Pada kondisi yang ideal setiap sel bakteri akan membelah setiap 20 menit.

Anggota Monera pada umumnya tidak dapat bergerak. Namun, ada beberapa anggota Monera yang mampu bergerak. Monera yang mampu bergerak biasanya memiliki alat gerak berupa flagela. Termasuk dalam kingdom ini yaitu bakteri dan ganggang hijau-biru (Cyanobacteria). Bentuk bakteri bermacam-macam, ada yang berbentuk batang (bacillus), berbentuk bulat (coccus), berbentuk lengkung (comma), dan berbentuk spiral (spirillum). Bakteri berbentuk batang dan bulat biasanya mempunyai flagela. Flagela ini berfungsi sebagai alat gerak.

Sebagian besar anggota Monera bermanfaat bagi manusia, contoh bakteri Streptococcus lactis. Bakteri Streptococcus lactis digunakan untuk pembuatan mentega. Namun, beberapa jenis Monera dapat mengakibatkan penyakit pada manusia, misal Salmonella typhosa yang dapat mengakibatkan penyakit tifus.

b. Protista
Semua anggota kingdom Protista mempunyai inti sel yang diselubungi membran inti. Oleh karena itu, inti sel Protista dapat terlihat jelas jika diamati menggunakan mikroskop. Berdasarkan sifat ini, anggota Protista dikelompokkan dalam organisme eukariotik. Sebagian besar anggota Protista tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler). Sebagian besar anggota Protista tidak memiliki dinding sel, hanya sebagian kecil saja yang memiliki dinding sel dari silika. Beberapa jenis Protista memiliki klorofil seperti pada tumbuhan. Akan tetapi, ada pula anggota Protista yang melakukan aktivitas seperti hewan, yaitu bergerak dan mencari makan (tidak memproduksi makanannya sendiri). Berdasarkan ciri-ciri tersebut, anggota-anggota Protista dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Algae (Protista mirip tumbuhan), Protozoa (Protista mirip hewan), dan Protista mirip jamur.

1) Algae
Algae dikenal sebagai Protista mirip tumbuhan karena memiliki dinding sel dan klorofil. Oleh karena itu, Algae mampu memproduksi makanannya sendiri. Tubuh Algae belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Algae ada yang bersel satu, tetapi ada pula yang bersel banyak. Beberapa Algae memiliki flagela sehingga mampu bergerak, tetapi ada pula yang tidak. Contoh Algae yang memiliki alat gerak yaitu Euglena.


2) Protozoa
Protozoa dikenal sebagai Protista mirip hewan karena mampu bergerak. Pergerakan Protozoa disebabkan oleh adanya alat gerak. Alat gerak Protozoa berbeda-beda. Alat gerak Protozoa berupa kaki semu (pseudopodia), rambut getar (silia), dan rambut cambuk (flagela). Protozoa hidup di air tawar, air laut, dalam tanah, maupun parasit pada tubuh makhluk hidup lain. Contoh Protozoa yaitu Amoeba dan Paramecium.

3) Protista Mirip Jamur
Anggota kelompok Protista ini memiliki ciri menyerupai jamur. Anggota Protista ini dibedakan dengan jamur karena memiliki sistem perkembangbiakan dan siklus hidup lebih sederhana dibanding jamur. Contoh jamur lendir (Slime molds).

c. Fungi

Makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom Fungi memiliki ciri-ciri antara lain tidak memiliki klorofil. Oleh karena itu, anggota Fungi tidak dapat melakukan fotosintesis. Fungi berkembang biak dengan spora. Anggota Fungi ada yang bersifat saprofit atau parasit. Sel-sel Fungi memiliki membran inti. Oleh karena itu, sel-sel Fungi bersifat eukariotik. Selain memiliki membran inti, sel-sel Fungi memiliki
dinding sel yang terdiri atas kitin atau selulosa. Tubuh tersusun dari benang-benang/hifa. Hifa bercabang-cabang dan membentuk anyaman yang disebut miselium. Fungi biasa hidup di tempat lembap yang mengandung banyak bahan organik. Makhluk hidup yang termasuk Fungi yaitu ragi (yeast), jamur merang, dan jamur karat.

d. Plantae

Plantae disebut dunia tumbuhan. Tumbuhan yang termasuk dalam kingdom Plantae antara lain Bryophyta (tumbuhan lumut), Pteridophyta (tumbuhan paku-pakuan), dan Spermatophyta (tumbuhan berbiji). Tumbuhan bersifat multiseluler, eukariotik, memiliki dinding sel yang kaku dan kuat tersusun dari selulosa, serta mampu melakukan fotosintesis. Kingdom Plantae merupakan penyedia makanan di alam. Oleh karena itu, Plantae disebut juga dunia produsen. Kingdom Plantae dibagi menjadi beberapa divisi sebagai berikut.

1) Bryophyta
Bryophyta (tumbuhan lumut) umumnya hidup di tempat lembap. Tubuh memiliki akar, batang, dan daun yang belum jelas. Akar lumut disebut rhizoid yang berfungsi sebagai alat untuk menempel dan menyerap makanan. Batang tumbuhan lumut tidak dapat membesar, tetapi hanya bertambah panjang. Bryophyta belum mempunyai berkas pembuluh angkut sehingga dikelompokkan dalam Atracheophyta. Pada daur hidup tumbuhan lumut terdapat pergantian keturunan antara fase vegetatif dan fase generatif. Pergantian keturunan ini dinamakan metagenesis.


lumut daun

Gambar: Lumut daun

Pada daur hidup tumbuhan lumut, fase generatif (gametofit) lebih menonjol daripada fase vegetatif (sporofit). Tumbuhan lumut memiliki alat kelamin jantan yang disebut anteridium. Anteridium menghasilkan spermatozoid. Alat kelamin betina disebut arkegonium yang menghasilkan ovum. Apabila spermatozoid dan ovum bertemu maka akan terbentukbadan penghasil spora yang disebut sporogonium.

2) Pteridophyta

Plantae Pterydophyta
Pteridophyta terdiri atas tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan paku telah memiliki akar, batang, dan daun yang jelas. Akarnya berupa akar serabut. Batang tumbuhan paku sudah memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem).Biasanya, daun tumbuhan paku yang masih muda menggulung. Pada daun terdapat kotak spora (sporangium). Seperti halnya tumbuhan lumut, tumbuhan paku juga mengalami metagenesis. Perbedaannya, pada Pteridophyta sporofit (fase vegetatif) lebih menonjol daripada gametofit (fase generatif). Pada tumbuhan paku, alat kelamin jantan disebut anteridium yang akan menghasilkan sperma. Alat kelamin betina disebut arkegonium yang akan menghasilkan ovum.

3) Spermatophyta
bunga berbiji

Spermatophyta disebut juga tumbuhan berbiji. Seperti namanya, tumbuhan berbiji menghasilkan biji. Tumbuhan berbiji memiliki organ tubuh yang sudah lengkap, terdiri atas akar, batang, dan daun. Spermatophyta dibagi menjadi dua subdivisi, yaitu Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Gymnospermae memiliki ciri-ciri berikut.

strobilus Gymnospermae
a) Berakar tunggang.
b) Memiliki daun yang sempit, tebal, dan kaku.
c) Daun buah dan badan penghasil serbuk sari terpisah, masing-masing disebut strobilus.
d) Batang dan akar memiliki kambium.
e) Pembuahan tunggal.

Beberapa tumbuhan Gymnospermae memiliki manfaat bagi manusia seperti berikut.
a) Sebagai bahan industri kertas, yaitu Taxodium, Agathis alba, dan Pinus merkusii.
b) Sebagai bahan pembuatan korek api, yaitu Pinus merkusii(pinus) dan Agathis alba.
c) Sebagai bahan makanan, yaitu Gnetum gnemon(melinjo).

Sementara itu, Angiospermae (berbiji tertutup) dibagi menjadi dua kelas, yaitu Monocotyledoneae (tumbuhan berkeping satu) dan Dicotyledoneae (tumbuhan berkeping dua). Perbedaan ciri-ciri antara kedua kelas anggota Angiospermae tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel Perbedaan Ciri-Ciri Antara Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae

image

Selasa, 11 Juni 2013

5 Gadget yang Dapat Menghemat Energi, Air, dan Uang Anda

Jika Anda berpikir bahwa tagihan dari peralatan yang selama ini Anda gunakan mulai menguras keuangan Anda, saatnya melakukan sebuah perubahan! Anda dapat memulai dengan memperbaiki manajemen penggunaan sumber listrik bagi gadget atau peralatan elektronik Anda di rumah. Zona Biologi Kita menyarankan Anda untuk menyimak informasi tentang lima gadget yang dapat membantu Anda untuk menghemat energi, air , dan pengeluaran Anda. 

1. Kill A Watt EZ

kill_a_watt_lr

Kill-A-Watt EZ

Kill-A-Watt adalah sebuah alat sederhana tetapi sangat berdaya guna. Alat ini akan memperlihatkan kepada Anda berapa banyak biaya setiap alat yang Anda gunakan Anda setiap bulannya. Kill A Watt juga akan memberitahu peralatan elektronik mana saja yang mengkonsumsi terlalu banyak energi. Dari sisi manajemen keuangan bulanan, alat ini akan sangat bermanfaat karena Anda dapat mulai mengatur penggunaan alat-alat elektronik mana saja yang sebaiknya digunakan.

Anda dapat menghubungkan alat ini dengan televisi, kipas angin atau kulkas. Setelah itu pada layar LCD Kill A Watt EZ akan dimunculkan berapa banyak konsumsi energi dari peralatan elektronik Anda. Dengan informasi tersebut Anda dapat menentukan barang-barang elektronik mana saja yang sebaiknya digunakan dan mana yang tidak. Praktis bukan?

Mengenai cara  penggunannaya dapat Anda saksikan melalui video berikut.

 

 

2. Voltaic; Charger Tenaga Surya

2

Solar Charger Kit

The Solar Charging Kit by Voltaic adalah peralatan isi daya,  atau biasa kita sebut charger, bertenaga matahari, yang dapat digunakan untuk mengisi daya pada laptop, ponsel, atau tablet Anda. Alat ini ringan, kuat, dan tahan air. Daya yang dapat dihasilkannya adalah  16.8watt/18 volts. Kabel tambahan untuk charging kamera juga ditambahkan. Berikut contoh penggunann alat ini:

 

 

3. Evolve Shower Head: Road Runner II

3

Evolve Showerhead

Kepala shower Evolve  adalah temuan baru yang ramah lingkungan. Alat ini  membantu Anda untuk menghemat air tanpa mengurangi kenyamanan saat mandi. Heantnya, model Roadrunner II ini bahkan dapat membantu menghemat lebih dari delapan galon air untuk setiap lima menit Anda mandi. Berikut review videonya:

 

 

 

4. Saklar Lampu dengan Sensor Gerak

4

Motion-Sensor Light Switches

Saklar dengan sendor gerak ini termasuk salah satu alat unggulan untuk menghemat energi listrik yang diproduksi oleh Lutron. Anda dapat memsangnya di rumah, dan Anda tidak akan pernah lagi lupa mematikan lampu. Alat ini didesain untuk untuk peka terhadap rangsang gerak, ketika Anda masuk atau meninggalkan ruangan, saklar ini akan secara otomatis mati dan menyala. Saklar ini juga memastikan lampu terus menyala ketika Anda masih berada di dalam ruangan.

 

5. SpeakaBo: Speaker i-Bambu untuk iPhone yang Ramah lingkungan 

 

7
Eco-Friendly Speakers

Eco-friendly speaker i-Bamboo ini kompatibel untuk televisi, stereo dan perangkat portable seperti iPod atau iPhone. Gadget ini terbuat dari bambu dan menyediakan banyak pilihan ukuran. Meskipun berteknologi low-end, gadget ini memiliki kualitas suara yang mantap. Desain yang lucu bukan?

Zona Biologi Kita

Mikroorganisme dalam Air Minum Kita

Peringatan: Daftar ini bukan untuk menakut-nakuti atau membuat Anda, para pembaca Zona Biologi Kita, menjadi paranoid. Hanya perlu Anda ketahui bahwa terdapat mikroba tak terlihat hidup di air keran di rumah kita. Tidak semua dari  mereka membahayakan, karena pada dasarnya di dalam semua air terkandung bakteri dan Protozoa sampai batas tertentu. Namun, sebagian dari mikroba tersebut benar-benar berbahaya jika melebihi jumlah tertentu.
Melalui artikel ini Anda akan diajak untuk melihat lebih dekat mikroorganisme apa saja yang terdapat dalam air yang kita minum dari keran di rumah.  Berikut adalah 5 mikroorganisme yang dapat hidup di air minum Anda sekarang.
5. Cryptosporidium
763Px-Cryptosporidium Parvum 01

Ketika perusahaan air minum memompa air keluar untuk warga pelanggan mereka, pertama kalinya mereka akan menyalurkan air melalui serangkaian filtrasi dan desinfeksi. Prosedur ini jelas harus dilakukan karena ketika perusahaan tersebut meyedot air dari danau dan sungai,  kemungkinan besar air tersebut mengandung milyaran bakteri. Dengan filtrasi tersebut, sebagian besar bakteri yang membahayakan terpisah dari air. Namun erlu digarisbawahi, secanggih-canggihnya proses filtrasi, tetap saja tidak sempurna. Hal itu artinya di dalam air yang kita minum melalui keran, terdapat sejumlah kecil  dosis Cryptosporidium setiap harinya.Cryptosporisium sebenarnya termasuk kelompok Protozoa yang berpotensi mengakibatkan  diare jika populasinya di dalam saluran pencernaan berjumlah besar, kondisi itu dikenal sebagai cryptosporidiosis. Protozoa parasit yang masuk ke dalam saluran pencernaan akan menempel ke dinding usus besar (colon) dan bertelur dalam feses seseorang. Feses manusia yang mengandung telur dan larva  itulah yang akan menjadi perantara penyebaran penyakit:. Artinya ketika suatu sumber air minum terkontaminasi dengan tinja yang terinfeksi, Criptosporisium akan mudah berpindah ke inang yang baru.

 4. Anabaena sp.
Gambar yang menarik bukan? Melihat bentuk slinky dari sebentuk Anabaena circinalis, suatu spesies Cyanobacteria yang hidup di waduk air tawar di seluruh dunia, terutama di Australia, Eropa, Asia, Selandia Baru, dan Amerika Utara. Cyanobacteria seperti ini diyakini oleh beberapa ilmuwan sebagai organisme multiseluler perintis yang mengawali kehidupan di planet biru ini.  Namun di balik bentuknya yang menawan tersebut, pernah terjadi suatu kasus yang diakibatkan oleh Anabaena spp. ini, yaitu  produksi neurotoksin yang membahayakan jiwa organisme lain. Penemuan kasus produksi Anatoxin oleh Anabena spp. ini dapat dikatakan sebagai  kasus pertama dari produksi neurotoxin oleh Cyanobacteria_sebelumnya sangat jarang terjadi.
Kasus wabah yang cukup mencengangkan adalah suatu peristiwa  yang terjadi di tahun 1950, ketika terjadi kematian massal sapi ternak di peternakan sepanjang Amerika Utara karena meminum air yang tercemar racun  yang diproduksi oleh Cyanobacteria di perairan tersebut. Sementara itu di Australia, ditemukan kasus yang serupa, tetapi racun yang dihasilkan oleh Cyanobacteria ini adalah neurotoxin jenis saxitoxins. Saxitoxins adalah  neurotoksin yang mengakibatkan gagal napas yang  diikuti dengan kematian. Militer bahkan telah mengklasifikasikan saxitoxins sebagai zat berlabel “Tidak ada penggunaan praktis selain untuk pembuatan senjata.” Untungnya, Cyanobacteria adalah salah satu mikroorganisme tergolong mudah untuk disaring. Setidaknya untuk saat ini.


3. Escherichia Coli
Kita semua tahu tentang E. coli, atau Escherichia coli, yaitu bakteri yang tinggal di, pada, dan di sekitar tinja. Sebenarnya E. coli dalam jumlah aman telah hidup bersimbiosis dengan manusia dan hewan di dalam usus besar (colon). Bakteri ini adalah salah satu anggota Famili Enterobacteriaceae. Fungsi E coli selain menutup permukaan usus besar agar bakteri lain, khususnya bakteri patogen tidak ada tempat lagi untuk berada di usus, juga  menghasilkan bahan antibiotik, seperti Kolisin yang dapat membunuh bakteri patogen lain. Selain itu, E. coli membantu pembusukan  makanan sisa yang ada di usus besar.
Jadi pada dasarnya  E. coli merupakan bakteri yang tidak berbahaya, bahkan menguntungkan bagi manusia karena  membantu manusia menutup permukaan usus besar, menghasilkan antibiotik, dan menghasilkan nitrogen. Pertanyaannya adalah  bagaimana E. coli dapat menjadi membahayakan bagi manusia?
Beberapa strain E. coli, dalam beberapa kasus, mengakibatkan infeksi yang membahayakan kesehatan bahkan mengancam jiwa. Satu kelompok strain penting dari bakteri E. coli adalah kelompok Escherichia coli Enterohaemorrhagic (EHEC). Tipe ini menyebabkan diare berdarah dan disertai dengan kram perut. Secara umum, orang dewasa  sehat dapat sembuh dari infeksi ini setelah satu pekan.
Bakteri E. coli menghasilkan toksin yang dapat menyebabkan kerusakan pada merah sel darah, ginjal dan organ pencernaan. Sepuluh persen dari anak-anak yang terinfeksi E. coli mengalami Sindrom hemolitik uremic (HUS), yang merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal akut pada anak. HUS dapat menyebabkan kematian pada anak-anak, orang tua, dan mereka yang kondisi kekebalan tubuhnya lemah.
Agar resiko terinfeksi atau terkontaminasi E. coli  berkurang, sebaiknya perhatikan tips berikut.
  • Jika tidak yakin dengan kebersihan sumber air minum Anda, rebuslah hingga mendidih air minum tersebut untuk membunuh bakteri, Fungi, dan Protozoa patogen.
  • Hindari mengonsumsi jus buah dan susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Cuci selalu  buah dan sayuran, termasuk buah yang harus dikupas dan dipotong sebelum dikonsumsi, seperti melon, jeruk, dan timun.
  • Selalu mencuci tangan dengan air hangat dan air sabun setelah menggunakan toilet, mengganti popok, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah berkunjung ke peternakan atau kebun binatang.
  • Ketika membeli daging, pastikan kondisinya masih segar dan tidak berair. Setelah itu, masukan daging dalam kantong plastik untukmengurangi kontak dengan udara luar.
  • Bekukan atau dinginkan daging sesegera mungkin setelah pembelian.
  • Cuci tangan dengan air hangat  atau air sabun selama dua puluh detik, sebelum dan setelah memegang daging mentah.
  • Masaklah daging  secara matang menyeluruh (suhu 71 º C ).
  • Pisahkan daging sapi/ daging unggas / makanan laut secara terpisah di bawah lemari es.
  • Cuci dan bersihkan dengan cairan desinfektan semua peralatan dan pemotong yang digunakan dalam penanganan daging mentah.
2. Legionella pneumophila


Dengan nama seperti Legionella, bakteri ini sudah terdengar berbahaya.  Penyakit legionella adalah suatu penyakit infeksi saluran pernafasan akut yang bisa menyebabkan serangkaian penyakit, mulai dari batuk ringan dan demam sampai pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophilia. Habitat bakteri ini yaitu di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, genangan air bersih, menara pendingin, kolam renang, pancuran, tanah pot, sistem air panas, dan air mancur. Artinya, selain melalui udara, penyakit ini dapat pula berpindah melalui perantaraan air yang terkontaminasi bakteri ini. Penyakit legionella banyak terjadi pada pada akhir musim panas dan awal musim gugur di negara yang memiliki empat musim. Dari data dirumah sakit, dari semua kasus pneumonia 1-8% diantaranya adalah penyakit legionella dan sekitar 4% dari pneumonia berat.

Penyakit Legionella sering disamakan dengan Pontiac fever (Demam Pontiac) karena sama-sama disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophilla. Sejarah disebutnya Demam Pontiac karena awal dilaporkannya wabah ini berasal dari dinas kesehatan kota Pontiac, Michigan, Amerika Serikat (AS) pada Juni 1978. Ketika itu menyebar sebuah wabah pada sejumlah pegawai dinas kesehatan kota Pontiac akibat polusi dari air conditioner gedung.

Penyakit Legionella pertama kali dikenal sejak Juli 1976 yang menyebabkan 221 sakit dan 34 lainnya mengalami kematian di Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Saat itu sedang berlangsung sebuah konvensi asosiasi veteran militer Legiun Amerika di Hotel Philadelphia. Setelah dipublikasikan secara luas adanya wabah penyakit menyerang para legion itu, pada tanggal 18 Januari 1977 berhasil diidentifikasi agen penyebab wabah yang selanjutnya disebut Legionella. Di AS, sekitar 8.000 hingga 18,000 orang terpapar penyakit legionella setiap tahunnya. Sementara di benua Eropa, pada tahun 2003-2004 sebuah tim ilmuwan Prancis melakukan penelitian terhadap penyakit legionella berlangsung di Pas de Calais, Perancis Utara. Ditemukan 86 kasus yang dikonfirmasi, 18 diantaranya menyebabkan kematian. Sumber infeksi diidentifikasi berada pada menara pendingin di sebuah pabrik petrokimia, korban yang terinfeksi diperkirakan bertempat tinggal sejauh 6-7 km dari pabrik.

Di Indonesia, angka kematian mencapai sekitar 20%, dimana angka kematian yang lebih tinggi ditemukan pada mereka yang mendapatkan penyakit ini di rumah sakit atau pada penderita gangguan sistem kekebalan. Angka kematian penderita penyakit legionella lebih tinggi dibanding demam berdarah sekitar 30%. Sementara kematian akibat demam berdarah dibawah 0,5% lebih rendah. Dari segi out-break secara epidemologi, jumlah orang yang terkena demam berdarah lebih banyak dibanding legionella karena demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk yang berada pada setiap tempat, sementara wabah legionella disebabkan oleh bakteri yang memasuki tubuh melalui saluran pernafasan.

Gejala penyakit legionella seperti penyakit flu ringan namun bakterinya dapat menyebabkan kematian. Seseorang yang terserang penyakit legionella mirip gejala influenza, demam, dan pilek. Lebih lengkapnya, gejalanya adalah sakit dan kaku otot, nyeri persendian, tidak bertenaga, merasa tidak enak badan, sakit kepala, demam, menggigil, batuk kering, batuk darah, sesak nafas, nyeri dada, diare, dan ataksia (gangguan koordinasi). Penyakit ini adalah jenis penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan di paru-paru. Seseorang yang terserang penyakit legionella adalah mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti orang yang lanjut usia (lansia).

Pencegahan penyakit legionella pada lingkungan adalah penggunaan produk antilegionella yang berjenis biosida pada gedung-gedung perkantoran dan perhotelan yang banyak menggunakan mesin pendingin ruangan alias air conditioner (AC). Produk antilegionella terbukti efektif dalam membasmi bakteri legionella. Pencegahan lain pada lingkungan dengan melakukan disinfektanisasi terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penularan karena seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa bakteri Legionella bisa hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau, mata air panas, genangan air bersih, menara pendingin, kolam renang, pancuran, tanah pot, sistem air panas, dan air mancur. Penjagaan kebersihan lingkungan sekitar adalah cara tepat mencegah datangnya wabah legionella.

1 Salmonella enterica

Setiap hari, kita pasti mengkonsumsi makanan yang membuat tubuh bugar dan sehat, seperti makanan karbohidrat, protein dan sayur mayur. Makanan ini sangatlah penting untuk kondisi tubuh yang kuat. Tidak hanya makanan, kebanyakan dari kita juga pasti mempunyai hewan peliharaan dan hewan kesayangan seperti anjing, kucing, kura-kura, atau pun ular. Akan tetapi, kita tidak pernah mengetahui bahwa makanan atau minuman yang kita konsumsi telah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella. Tidak hanya itu, kita juga tidak mengetahui kalau hewan pelirahaan kita sebenarnya membawa bakteri Salmonella ini.
Bakteri Salmonella adalah bakteri yang dapat menginfeksi dengan cepat sehingga menyebabkan dehidrasi ekstrim pada inangnya. Salmonella dapat menyebar dan mengkontaminasi melalui  bahan makanan, makanan, dan minuman yang tercemar, contohnya telur mentah, daging mentah, sayur-sayur segar, sereal, dan air yang tercemar. Pencemaran dan penyebaran infeksi dan bakteri Salmonella ini dapat datang dari feces hewan atau manusia yang berhubungan dengan makanan selama pemrosesannya atau panen. Meskipun asam lambung manusia dapat mengurangi dan membunuh bakteriSalmonella, tetap masih ada bakteri-bakteri yang dapat lolos ke dalam usus besar maupun usus kecil, dan kemudian melekat dan menembus sel-sel dalam tubuh manusia.

Racun-racun yang dihasilkan oleh bakteri dapat merusak dan membunuh sel-sel yang melapisi usus-usus, yang berakibat pada kehilangan cairan usus (diare). Beberapa Salmonella dapat selamat dalam sel-sel dari sistem imun dan dapat mencapai aliran darah, menyebabkan infeksi darah (bacteremia). Tidak hanya itu, ketika infeksi Salmonella sudah memasuki dan mencapai aliran darah, akan mengakibatkan panas dalam, muntaber dan sakit perut yang ekstrim. Biasanya, yang terinfeksi oleh infeksi Salmonella adalah masa bayi-bayi, masa kanak-kanak, masa tua dan orang yang mempunyai system imun yang sangatlah lemah Oleh karena itu, menjaga kebersihan bahan makanan dan air minum merupakan tindakan pencegahan yang paling baik.
Source:
http://wikipedia.org (1)
http://listverse.com (2)
Forum sains (3)
Kompasiana (4)
http://epa.gov (3)

Senin, 10 Juni 2013

30 Titik di Rumah yang Menjadi Sarang Bakteri Patogen

Daftar ini adalah dari statistik diterbitkan oleh Pusat Pengendalian Penyakit AS (the Center for Disease Control). Dalam rangka untuk mengkompilasi daftar, peneliti mengunjungi 35 rumah di AS untuk mengambil sampel bakteri di 32 lokasi di setiap rumah.

Saran kami, jika setelah Anda membaca daftar ini- kemudian Anda tergerak untuk bersih-bersih rumah-direkomendasikan untuk membuat larutan desinfektan, yaitu mencampurkan 1 sendok teh pemutih klorin dengan 1 liter air. Kebersihan memang sebagian dari iman.

 

12253447-print-of-dirty-palm-with-cartoon-germs

Gambar. Bakteri di sekeliling kita, image via link

A. Lokasi Top 1 – 10

Gambar via link

 

1. Cekungan Kloset: 3.2 juta bakteri/inchi2

2. Cekungan cuci piring: 567,845 bakteri/inchi2

3. Spons pembersih/spons cuci piring: 134,630 bakteri/inchi2

4. Bathtub, lubang pengeluaran air : 119,468 bakteri/inchi2

5. Lubang buangan air di dapur: 17,964 bakteri/inchi2

6. Pegangan keran dapur: 13,227 bakteri/inchi2

7. Pegangan keran kamar mandi: 6,267 bakteri/inchi2

8. Lubang keluaran air di kamar mandi: 2,733 bakteri/inchi2

9. Piring makanan binatang peliharaan, bagian dalam: 2,110 bakteri/inchi2

10. Lantai dapur di sekeliling lobang buangan cuci piring: 830 bakteri/inchi2

 

Top lokasi 11-20

11 . Lantai toilet, di depan kloset : 764 bakteri / inci persegi
12 . Dinding dapur: 488 bakteri / inci persegi
13 . Dinding kamar mandi: 452 bakteri / inci persegi
14 . Keranjang sampah : 411 bakteri / inci persegi
15 . Lap piring: 408 bakteri / inci persegi
16 . Mainan anak-anak : 345 bakteri / inci persegi
17 . Meja dapur : 344 bakteri / inci persegi
18 . Telepon rumah atau pintu kulkas : 319 bakteri / inci persegi
19 . Dudukan kloset duduk : 295 bakteri / inci persegi
20 . Saklar lampu kamar mandi  : 217 bakteri / inci persegi

Top 21-30

21 . Tombol Microwave: 214 bakteri / inci persegi
22 . Telenan : 194 bakteri / inci persegi
23 . Kloset latihan untuk anak-anak : 191 bakteri / inci persegi
24 . Tempat duduk bayi: 190 bakteri / inci persegi
25 . Telpon dapur: 133 bakteri / inci persegi
26 . Pintu kamar mandi bagian dalam: 121 bakteri / inci persegi
27 . gagang siram toilet duduk: 83 bakteri / inci persegi
28 . TV remote  : 70 bakteri / inci persegi
29 . Keyboard komputer : 64 bakteri / inci persegi
30 . Mouse komputer : 50 bakteri / inci persegi

Nah, semoga statistik ini dapat membuat kita semakin menjaga kebersihan dan menghargai kesehatan.

Alasan Oomycotina dan Myxomycotina Bukan Lagi termasuk Fungi

Beberapa buku pelajaran IPA Biologi berbahasa Indonesia kelas X SMA dan VII SMP materi Fungi, menyebutkan konsep bahwa Oomycotina dan Myxomycotina masih dikelompokkan ke dalam kingdom Fungi (jamur). Bahkan buku resmi terbitan pemerintah pun masih menyebutkan hal tersebut. Benarkah konsep ini?
 
Campbell (5th edition, 2004) dalam bab Fungi menyebutkan bahwa klasifikasi utama kingdom Fungi terdiri dari divisi Ascomycotina, Zygomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina (Fungi Imperfecti). Artikel ini disadur dari publikasi ilmiah Amy Y. Rossman and Mary E. Palm, USDA Agricultural Research Service, USDA Animal and Plant Health Inspection Service, Systematic Botany & Mycology Laboratory, Beltsville, Maryland 20705Baiklah, berikut beberapa alasan yang menunjukkan kenapa Oomycotina dan Myxomycotina tidak lagi dimasukkan dalam kingdom Fungi.

1. Karakteristik Oomycotina atau Jamur Air
Contoh Oomycotina
Oomycota telah lama dianggap sebagai Fungi karena mereka mendapatkan nutrisi mereka melalui adsorbsi dan banyak dari anggotanya  memproduksi benang berserabut yang serupa dengan miselium pada Fungi.  Bahkan hingga sekarang kajian biologinya masih dimasukkan ke dalam mikologi (ilmu tentang biologi Fungi). Oomycotina sering disebut juga sebagai water moulds (jamur air) karena habitat  tumbuhnya di tempat yang memlki kelembaban tinggi dan basah.

Namun demikian, ada beberapa ciri yang membedakannya dari Fungi lainnya, antara lain Oomycotina memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa, berbeda dari Fungi, yang tersusun dari zat kitin.  Selain itu, sel-sel pada fase vegetatif dari metafasenya memiliki inti diploid, padahal Fungi memiliki inti haploid. Alasan itulah yang membuat Oomycotina lebih dekat pada Algae dan tumbuhan daripada Fungi. Perhatikan Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Perbedaan utama antara  Oomycotina dan  Fungi ( Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota)
Ciri-ciri yang diamatiOomycotina Fungi
Reproduksi seksualHeterogametangia. Fertilisasi  oosfer oleh inti sel berasal dari  anteridia yang membentuk oospora .Reproduksi secara seksual pada setiap divisinya membentuk Zygospores, Ascospores atau Basidiospores.  Tidak ada yang memproduksi oospora;
Bentuk inti sel pada miselium vegetatifDiploidHaploid atau dikaryotik
Komposisi dinding selBeta glucans, selulosaZat kitin, jarang sekali ada yang berupa selulosa
Tipe flagel pada zoospores, jika dihasilkanHeterokont, terdiri dari dua jenis, satu flagel terleta di  posterior, satu  flagel lainnya yang berserat dan bersilia di posisi anterior Misalkan flagel  diproduksi, biasanya hanya satu jenis: posterior, bulu cambuk (flagela)
MitokondriaKrista berbentuk tubulerKrista yang rata

Berdasarkan kajian biologi molekuler, organisme ini ternyata berhubungan lebih dekat dengan Algae coklat dan diatom daripada dengan Fungi, sehingga digolongkan dalam filum Heterokontophyta. Nama ini berasal dari tahap sel motil (bergerak) yang berciri memiliki dua flagella tidak sama panjang. Beberapa anggota Oomycotina memproduksi spora aseksual yang disebut zoospora. Mereka juga memproduksi spora seksual yang disebut oospora.

Organisme ini berperan secara ekonomi dan ilmiah. Peran ekonominya kebanyakan negatif, banyak anggotanya yang merupakan patogen tumbuhan yang berbahaya karena dapat menghancurkan pertanaman. Phytophthora menyebabkan penyakit layu bibit, hawar kentang, busuk buah, dan busuk akar. Pythium memberikan gejala penyakit yang sama. Peronospora dan Peronosclerospora adalah penyebab penyakit bulai (downy mildew) pada beberapa serealia yang menyebabkan kerugian hingga 100%.
2. Karakteristik Myxomycotina atau Jamur Lendir (disadur dari link ini dan ini)
Jamur lendir Diderma testaceum.
Slime mold Stemonitis fusca in Scotland, UK
Fuligo septica, the “dog vomit” slime mold

Anggota divisi ini umumnya disebut sebagai jamur lendir (slime molds). Jamur lendir mempunyai pola pertumbuhan yang khusus. Jamur ini lebih mirip dengan Protozoa, tetapi pada satu tahap perkembangannya jamur ini membentuk spora yang ditampung di dalam sporangia, suatu ciri  umum bagi beberapa golongan Fungi.

Perkembangan jamur lendir bervariasi sesuai dengan jenisnya. Tahap plasmodium terdiri atas massa protoplasma bernukleus banyak. Pada tahap plasmodium ini jamur dapat bergerak pada substrat seperti amoeba dan melakukan ingesti terhadap bakteri maupun benda kecil. Jika kondisi tidak menguntungkan, misalnya subtrat mengering, akan berubah menjadi sel berinti yang berfungsi sebagai spora atau membentuk kantong (sporangium) tanpa tangkai yang berisi banyak spora. Jika kondisi menguntungkan lagi, spora akan memproduksi protoplas berflagela satu kemudian berpasangan, berfusi membentuk zigot yang berflagela dua. Zigot yang berflagela ganda ini kemudian melepaskan kedua flagelanya dan melakukan pembelahan sehingga terbentuk plasmodium.

Berdasarkan ciri-ciri yang lebih mendekati Protozoa inilah, banyak ahli mengelompokkan jamur lendir ke dalam Protista mirip Jamur (Myxomycetes). Sebagai tambahan wawasan, silahkan menyaksikan video tentang jamur lendir berikut yang disadur dari video John Bonner, profesor eeritus Princeton University.

Jumat, 07 Juni 2013

Fungi Imperfecti: Deuteromycotina

Jamur ini disebut juga fungi imperfecti (jamur tidak sempurna). Jamur ini hanya diketahui cara reproduksi secara aseksual saja, yaitu dengan membentuk blastospora (berbentuk tunas), artrospora (pembentukan spora dengan benang-benang hifa) dan konidia. Sedangkan reproduksi seksualnya belum diketahui dengan jelas.

Fungi yang belum diketahui jelas cara reproduksi seksualnya akan dimasukkan dalam kelompok Deuteromycotina, contohnya Monilia sitophila, sebelum diketahui reproduksi seksualnya, jamur ini digolongkan ke dalam kelompok Deuteromycotina, tetapi setelah diketahui reproduksi seksualnya yaitu dengan menghasilkan askospora didalam askus (peritesium) dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan nama ilmiahnya diubah menjadi Neurospora sitophila atau Neurospora crassa.

1. Ciri-Ciri Deuteromycotina

a. Memiliki hifa bersekat dan dinding selnya dari zat kitin.
b. Jarang membentuk tubuh buah dan berukuran mikroskopis.
c. Hidup sebagai saprofit atau parasit.
d. Reproduksi seksualnya belum diketahui. Jadi, semua jenis Fungi yang sudah dapat diidentifikasi, tetapi belum diketahui cara reproduksi seksualnya dikelompokkan dalam Deuteromycotina.


deuteromycota

Gambar: contoh  jamur Deuteromycotina, Epidermophyton sp.

 

2. Reproduksi Deuteromycotina

Reproduksi aseksual jamur ini dengan cara menghasilkan konidia, blastophora (membentuk tunas), dan arthrospora (membentuk spora dengan benang hifa). Cara reproduksi seksualnya belum diketahui sehingga dinamakan Fungi imperfecti atau jamur tidak sempurna. Apabila telah ditemukan cara reproduksi seksualnya, Fungi tersebut dapat digolongkan dalam divisi yang lain sesuai dengan cara reproduksi seksualnya.

3. Contoh Deuteromycotina dan Peranannya

a. Tinea versicolor mengakibatkan penyakit panu pada manusia.
b. Epidermophyton floocossum mengakibatkan penyakit kaki atlet pada manusia.

Gambar: Penyakit kaki atlet pada manusia akibat infeksi Epidermophyton floocossum

c. Trichophyton mengakibatkan penyakit kulit ring worm pada manusia.


Gambar: Penyakit ring worm  pada manusia

Perhatikan pula video tetang tips kesehatan seputar Ring worm  berikut.

 


d. Helminthospora oryzae sebagai parasit karena dapat merusak kecambah serta menyerang daun
dan buah tanaman budi daya.

Simbiosis Fungi: Mikoriza dan Lichenes

1. Mikoriza

Mikoriza adalah jamur yang bersimbiosis dengan akar tumbuh-tumbuhan. Simbiosis tersebut  bersifat saling menguntungkan, yaitu jamur memperoleh zat organik dan akar tumbuh-tumbuhan memperoleh air dan unsur hara. Beberapa jamur Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina dapat bersimbiosis dengan akar tumbuhan pinus atau belinjo. Berdasarkan kedalaman jaringan tumbuhan yang digunakan, mikoriza digolongkan menjadi dua yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.

 

image
1) Ektomikoriza, hifa jamurnya hanya hidup pada jaringan epidermis akar tumbuhan, misal mikoriza
yang hidup di akar pinus.
2) Endomikoriza, hifa jamurnya menembus sampai jaringan korteks akar, misal mikoriza yang
hidup di akar anggrek.

2. Lichenes

Lichenes juga disebut dengan lumut kerak. Lichenes merupakan simbiosis mutualisme antara Algae dengan Fungi. Fungi yang bersimbiosis biasanya dari golongan Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Adapun organisme fotosintetik yang terlibat dalam fotosintesis yaitu Cyanobacteria atau Algae hijau uniseluler. Struktur tubuh Lichenes berbentuk talus, bagian luar merupakan miselium, dan bagian dalam tersusun atas hifa. Di antara miselium dan hifa jamur terdapat sel-sel Algae.
1) Bagian dari Algae disebut phicobiont yaitu dari divisi Cyanophyta dan Chlorophyta.
2) Bagian Fungi disebut mycobiont yaitu dari divisi Ascomycotina dan Basidiomycotina.


lichenes struktur

Gambar.Struktur lumut kerak (Lichenes)

Dalam simbiosis ini, Fungi memperoleh bahan organik dari Algae dan sebaliknya Algae memperoleh air dan mineral dari jamur. Hifa Fungi berperan mempertahankan kelembapan lingkungan yang sangat dibutuhkan Algae untuk mensintesis karbohidrat. Habitat Lichenes pada umumnya melekat di bebatuan (contoh: Parmelia), melekat di batang pohon (contoh: Grafu), dan tempattempat lembap yang lain. Reproduksi seksual Lichenes terjadi sesuai dengan divisi Fungi dan Algae. Jika askospora atau basidiospora bertemu dengan Algae, akan terbentuk Lichenes baru.

Reproduksi aseksualnya dengan cara fragmentasi. Setelah terjadi fragmentasi, terbentuklah soredia. Soredia merupakan sel Algae yang diselubungi oleh hifa atau miselium jamur. Soredia membentuk  tepung soredia. Tepung soredia akan membentuk Lichenes baru jika mendapat substrat yang sesuai.

Berikut contoh-contoh lumut kerak di alam dengan citarasa seni tinggi di alam.

LICHENES 2LICHENESlichenes-algae-fungi 2lichenes-algae-fungi

Ada empat macam Lichenes berdasarkan bentuk talusnya.

 

Gambar via: ikhsanizumara049bhe.files.wordpress.com


1) Krustosa (seperti kerak) yang tumbuh melekat pada substrat. Contoh: Physeia.
2) Foliosa (seperti daun) yang tumbuh sangat rapat pada substrat atau bahkan di dalam permukaannya. Contoh: Parmelia.
3) Fruktikosa/ Fruktitos (seperti rumpun) yang berbentuk rumpun tegak dan dapat mencapai ketinggian 10 cm. Contoh: Usnea (lumut janggut).

4) Squamulose memiliki ukuran kecil dan berdaun dan berdaun longgar sebagai lampiran untuk substrat.

Contoh Lichenes dan peranannya.
1) Cladonia rengiferina sebagai makanan hewan.
2) Roccella tinctoria sebagai bahan lakmus untuk mengukur indikator pH.
3) Cetraria islandica dan Usnea dasypoga sebagai bahan obat-obatan

 

Referensi

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/561609/squamulose-thallus

Solomon, Eldra. P., Linda R. Berg, Diana W. Martin. 1999. Biology. Jilid 1. Fifth Edition. Orlando: Saunders College Publishing.

Mengenal Fungi Divisi Basidiomycotina

Divisi Basidiomycota beranggotakan sekitar 25.000 spesies. Jamur ini mudah dikenal karena umumnya memiliki tubuh buah seperti payung. Walaupun sebagian jamur divisi ini dapat dikonsumsi, beberapa jamur dapat pula mematikan.Video berikut akan mengajak kita  berpetualang untuk mengenal beberapa jamur yang beracun di alam.
1. Ciri-Ciri Basidiomycotina
a. Struktur tubuhnya multiseluler dan biasanya makroskopis. Pada umumnya tubuh buah Basidiomycotina mempunyai bagian-bagian berikut:
1) Tudung (pileus) merupakan bagian yang di bagian  bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda,pileus dibungkus oleh selaput (velium universale) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah. 
image
Gambar: Struktur Basidiocarp
2) Bilah (lamella), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian.
3) Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium  yang sangat kompak dan tumbuh tegak menopang tudung.
4) Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar  tangkai.
b. Memiliki hifa bersekat. Hifa vegetatifnya mempunyai satu inti (n) dan hifa generatifnya mempunyai dua inti (2n).
c. Cara hidupnya ada yang saprofit, misalnya saprofit pada serasah  daun, merang padi, atau batang pohon yang mati, dan ada yang  parasit pada tumbuhan dan manusia.
d. Mempunyai badan buah yang disebut basidiokarp, yaitu tempat  pembentukan basidium. Bentuk basidiokarp bermacam-macam,  misalnya payung, kuping, atau setengah lingkaran. Spora terbentuk  dalam basidium.
image
Gambar: (a) Amanita sp. merupakan jamur beracun. (b) Jamur kuping  (Auricularia polytricha) yang dapat dimakan.
2. Reproduksi Basidiomycotina
image
a. Reproduksi aseksual dengan cara membentuk konidia.
b. Reproduksi seksual dengan cara membentuk basidiospora.
Hifa (+) dan hifa (–) saling mendekat dan dinding selnya larut (plasmogami) sehingga terbentuk  hifa dengan dua inti haploid yang berpasangan (dikariotik). Hifa tersebut kemudian tumbuh menjadi  miselium sekunder (dikariotik). Ujung miselium dikariotik berkembang menjadi basidium. Dua inti  haploid dalam basidium bersatu menjadi 2n (kariogami). Setelah itu, terbentuk 4 tonjolan pada ujung  basidium (sterigma). Inti 2n membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid dan bergerak menuju  sterigma membentuk basidiospora. Basidiospora ini kemudian tumbuh menjadi hifa bersekat (n).
Video: Ilustrasi animasi reproduksi seksual Basidiomycotina

3. Contoh Basidiomycotina dan Peranannya 
image
a. Volvariella volvaceae (jamur merang) dan  Agaricus sp. sebagai bahan makanan. Jamur ini ditanam pada media yang mengandung  banyak selulosa dan mempunyai kelembapan tinggi, misalnya merang padi.
b. Auricularia polytricha (jamur kuping) sebagai bahan makanan. Bentuknya seperti telinga, kenyal, warnanya cokelat kehitaman, dan hidup pada kayu yang lapuk.
Selingan video tentang Basidiomycotina dapat Anda saksikan pada tayangan berikut:
c. Ganoderma aplantum (jamur kayu) sebagai bahan obat-obatan. Tubuh buahnya berbentuk setengah lingkaran seperti kipas dan keras
d. Amanita caesoria sebagai bahan makanan.
e. Amanita phalloides dan Amanita muscaria menghasilkan racun lalat.
f. Exobasidium vexans sebagai parasit pada tanaman teh.
g. Corticium salmonella (jamur upas) sebagai parasit pada batang pohon buah-buahan dan karet.
h. Ustilago scitaminae sebagai parasit pada tebu dan jagung.


Gambar tanaman tebu yang terinfeksi jamur Ustilago scitaminae (Sugarcane smut )
i. Puccinia graminis sebagai parasit pada tumbuhan Gramineae.
j. Puccinia arachidis sebagai parasit pada tumbuhan kacang.
k. Pleurotus (jamur tiram) sebagai bahan makanan. Sering dibudidayakan pada media dari serbuk kayu atau bahan yang mengandung banyak lignin dan selulosa.

 Kreativitas dan ekonomi kreatif:
Video berikut merupakan contoh budidaya jamur tiram yang bernilai ekonomis