Selasa, 30 Oktober 2012

Biologi dan Peranannya bagi Kehidupan

Biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu bios (hidup) dan logos (ilmu). Jadi, Biologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makhluk hidup. Biologi sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu terapan seperti ilmu kedokteran, perikanan, pertanian, dan peternakan.

Biologi memelajari makhluk hidup dan benda yang pernah hidup

Biologi sebagai Ilmu
Biologi atau ilmu hayat merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sering disebut juga sains. Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari gejala alam yang meliputi Fisika, Kimia, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, serta Biologi.
Biologi sebagai ilmu sains mempunyai beberapa ciri berikut. a. Mempunyai objek kajian berupa benda konkret. Objek dapat dibedakan menjadi objek material dan objek formal. Objek material merupakan objek yang dibahas, sedangkan objek formal merupakan cara memandang objek tersebut. Contoh objek material dari Biologi berupa makhluk hidup dan makhluk yang pernah hidup termasuk fosil. Adapun objek formal Biologi berupa struktur, fungsi, dan interaksi dari makhluk hidup tersebut. b. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris, yaitu pengalaman nyata yang dapat dilakukan oleh setiap orang. c. Sistematis, yaitu menggunakan langkah-langkah yang urut dan bersifat baku. d. Menggunakan cara berpikir yang logis dan konsisten. e. Hasil kajiannya bersifat objektif. f. Teori yang dihasilkan berlaku umum.
Biologi hanya mempelajari makhluk hidup, seolah-olah Biologi merupakan ilmu yang berdiri sendiri. Semakin berkembangnya permasalahan yang dihadapi manusia maka Biologi pada saat ini perlu didukung oleh cabangcabang Ilmu Pengetahuan Alam yang lain, yaitu Kimia dan Fisika. Selain itu, Biologi juga dapat didukung oleh cabang-cabang Ilmu Pengetahuan Sosial, seperti Sejarah, Ekonomi, dan Hukum.
Setiap cabang ilmu pengetahuan tersebut saling berhubungan sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan. Setiap permasalahan perlu diteliti secara ilmiah sehingga diperoleh kebenaran ilmiah yang dapat digunakan sebagai sarana untuk memecahkan masalah. Namun, kebenaran ilmiah bukanlah kebenaran yang mutlak. Kebenaran ilmiah bersifat relatif. Para peneliti perlu melakukan penelitian yang terus-menerus untuk menyempurnakan kebenaran ilmiah yang ada sekarang.
Sumber Pustaka
  • Raven & Johnson. 1987. Biology. Fourth Edition. New York: WBC/McGraw-Hill Companies, Inc.

Selasa, 23 Oktober 2012

Sikap Ilmiah Seorang Ilmuwan

Siapakah seorang saintis / ilmuwan itu? Video dan artikel berikut ini mungkin akan membuat Anda semakin paham tentang siapakah saintis dan apa pekerjaan mereka, dan sikap apa yang perlu dimiliki oleh seorang saintis/ ilmuwan?
pesan ilmuwan dunia
Berikut sebuah video yang memaparkan siapakah seorang ilmuwan itu.

Seorang peneliti harus mempunyai sikap ilmiah ketika menerapkan metode ilmiah. Beberapa sikap ilmiah sebagai berikut.
1. Mampu Membedakan Opini dan Fakta Opini adalah suatu pendapat yang belum teruji kebenarannya melalui suatu penelitian. Adapun fakta adalah hasil suatu penelitian yang kebenarannya sudah teruji.
2. Memiliki Rasa Ingin Tahu Seorang peneliti biasanya selalu ingin mengetahui segala hal. Keingintahuan dan minat atas segala sesuatu merupakan salah satu dasar ditemukannya konsep, teori, dan hukum dalam bidang sains.
3. Peduli terhadap Lingkungan Sikap peduli terhadap lingkungan harus tertanam dalam jiwa seorang peneliti karena suatu penelitian akan sia-sia jika proses maupun hasilnya merusak lingkungan. Sikap ilmiah ini dapat diwujudkan dengan ikut menjaga kelestarian lingkungan.
4. Jujur terhadap Fakta Seorang peneliti harus jujur dalam mengambil dan mengolah data suatu penelitian. Tidak boleh ada pemalsuan (manipulasi) meskipun hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya.
5. Terbuka dan Fleksibel Seorang peneliti harus terbuka dalam menyampaikan hasil kajiannya. Terbuka di sini berarti mau menerima masukan, saran, dan kritikan agar hasil penelitian menjadi lebih baik.
6. Berani Mencoba Rasa ingin tahu tentang sesuatu tidak akan pernah terwujud tanpa keberanian untuk mencoba. Seorang peneliti harus berani untuk mencoba mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang ada di pikirannya.
7. Berpendapat secara Ilmiah dan Kritis Seorang peneliti harus mampu berpendapat secara ilmiah dan kritis. Setiap pendapat harus mempunyai dasar yang kuat dan tepat. Oleh karena itu, seorang peneliti harus banyak membaca buku-buku literatur untuk menambah wawasan.
8. Bekerja Sama Pada saat melakukan percobaan seorang peneliti harus mampu bekerja sama dengan orang lain sehingga percobaan dapat berhasil dengan baik.
9. Ulet dan Gigih Seorang peneliti tidak boleh cepat berputus asa. Jika gagal dalam suatu penelitian, peneliti harus segera mencari penyebab kegagalan itu dan mencobanya lagi untuk memperoleh kesuksesan.
10. Bertanggung Jawab Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus dapat bertanggung jawab terhadap hasil penelitiannya. Selain itu, keselamatan tim dan keselamatan lingkungan juga menjadi tanggung jawabnya.