Rabu, 12 Desember 2012

Penerapan Bioteknologi Konvensional Pangan Berbahan Susu

Saat ini kita temui banyak produk makanan dan minuman yang dihasilkan melalui proses-proses bioteknologi. Produk makanan dan minuman hasil fermentasi yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya adalah salah satu hasil pemanfaatan bioteknologi konvensional. Fermentasi merupakan proses pemecahan bahan organik kompleks menjadi bahan organik yang lebih sederhana oleh mikrobia. Contohnya karbohidrat mengalami fermentasi dan diubah menjadi alkohol, karbon dioksida, dan energi.
bioteknologi konvensional keju
Jenis-jenis produk makanan hasil penerapan bioteknologi konvensional sebagai berikut. a. Produk Makanan dari Susu Susu dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan, seperti yoghurt, keju, dan mentega.
1) Yoghurt

Video: cara pembuatan yoghurt
Yoghurt merupakan hasil fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Yoghurt lebih mudah dicerna dibandingkan susu asli. Yoghurt sangat baik dikonsumsi karena meningkatkan penyerapan kalsium dan vitamin B, serta mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Mudah dicerna dalam lambung dan usus halus.

Video: Cara pembuatan keju Swiss
2) Keju
Keju diproduksi menggunakan metode pengawetan susu yang telah sering dilakukan sejak zaman Yunani dan Romawi Kuno. Keju dibuat dari air susu yang diasamkan dengan memanfaatkan bakteri asam laktat. Adapun proses pembuatan keju sebagai berikut. Susu dipanaskan pada suhu tertentu selama beberapa waktu untuk membunuh bakteri berbahaya (proses pasteurisasi).
Setelah itu, dimasukkan bakteri asam laktat, misal Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus, untuk mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam susu (asam laktat). Setelah itu, ditambahkan campuran enzim dengan kandungan utama kimosin (renin) untuk menggumpalkan susu sehingga terbentuk dadih susu. Bagian yang cair (whey) dipisahkan. Bagian yang padat (dadih) diperas dan dipadatkan.
Selanjutnya, dadih diberi garam dan dibiarkan agar terjadi pematangan. Keju digolongkan berdasarkan kepadatannya. Kepadatan keju dipengaruhi oleh kelembapan. Makin kecil kelembapannya, makin besar kemampatan keju sehingga keju semakin keras. Kepadatan keju ini juga dipengaruhi oleh mikrobia yang digunakan untuk fermentasi. Propioni bacterium digunakan untuk produksi keju keras, Penicillium roqueforti untuk keju setengah lunak, dan Penicillium camemberti untuk keju lunak. Enzim dari mikrobia ini akan mencerna protein dan lemak dadih menjadi asam amino dan asam lemak serta menambah aroma dan cita rasa.
3) Mentega/ Margarine

Video: Pembuatan Margarine
Mentega dibuat dari krim susu dengan memanfaatkan bakteri Streptococcus lactis. Krim susu terus diaduk sampai tetesan-tetesan mentega yang berlemak memisah dari cairannya.

Daftar Pustaka:
  • Campbell, N.A. 1997. Biology. Fourth Edition. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company Inc.
  • Campbell, N.A., et al. 2006. Biology Concepts & Connections. California: The Benjamin/Commings Publishing Company
  • Glenn, dan Susan T. 1987. New Understanding Biology for Advance Level. Fourth Edition. United Kingdom: Stanley Thorns (Publisher) Ltd.
  • Gutman, B.S. 1999. Biology. New York: Mc Graw Hill.
  • Muhammad Luthfi H, Syafi'ah I., dkk. Pegangan Guru Biologi Kelas IX. Klaten: PT Intan Pariwara

Jumat, 16 November 2012

Cabang-cabang Ilmu Biologi

Biologi berasal dari bahasa Latin, bios yang berarti hidup dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi, Biologi artinya ilmu tentang kehidupan. Biologi mengaji objek dan ragam persoalan dari berbagai tingkat organisasi kehidupan serta interaksinya dengan faktor lingkungan.
cabang ilmu biologi
Biologi merupakan bidang studi dengan cakupan yang luas, mulai dari proses kimia di dalam tubuh Anda hingga konsep mengenai ekosistem serta perubahan iklim global. Objek atau kajian dalam Biologi sangat luas. Akan tetapi, pada dasarnya, persoalan yang dikaji dalam bidang Biologi meliputi beberapa tema dasar, yaitu biologi sebagai proses penemuan, sejarah konsep biologi, evolusi, keanekaragaman dan keseragaman, genetika dan kelangsungan hidup, organisme dan lingkungan, biologi perilaku , struktur dan fungsi, serta regulasi.
Karena ruang lingkupnya yang luas, ilmu biologi berkembang membentuk cabangcabang ilmu berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yaitu tingkat organisasi kehidupan, kelompok organisme, aspek kehidupan, atau kaitannya dengan ilmu lain (sebagai ilmu terapan). Berbagai cabang Biologi dan bidang kajiannya sebagai berikut.
  • Agrikultur (Pertanian) - studi memproduksi tanaman dari tanah, dengan penekanan pada aplikasi praktis
  • Astrobiology - studi tentang asal-usul, evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta
  • Anatomi - studi tentang bentuk hewan, dengan penekanan pada tubuh manusia
  • Biokimia - studi tentang reaksi kimia yang diperlukan bagi kehidupan untuk eksis dan fungsi, biasanya fokus pada tingkat sel
  • Bioengineering - studi biologi melalui sarana rekayasa dengan penekanan pada pengetahuan terapan dan terutama berkaitan dengan bioteknologi.
  • Bioinformatika - juga diklasifikasikan sebagai cabang dari teknologi informasi (TI) itu adalah penelitian, pengumpulan, dan penyimpanan data genom.
  • Biomathematics atau Matematika Biologi - studi proses biologis melalui matematika, dengan penekanan pada pemodelan.
  • Biomekanik - sering dianggap sebagai cabang kedokteran, studi tentang mekanisme makhluk hidup, dengan penekanan pada penggunaan diterapkan melalui kaki palsu, dll
  • Biofisika - studi proses biologis melalui fisika, dengan menerapkan teori dan metode tradisional digunakan dalam ilmu fisika
  • Bioteknologi - cabang baru dan kadang-kadang kontroversial biologi yang mempelajari manipulasi materi hidup, termasuk modifikasi genetik.
  • Botany - studi tentang tanaman
  • Biologi Sel - studi tentang sel sebagai unit lengkap, dan interaksi molekul dan kimia yang terjadi dalam sel hidup.
  • Biologi Konservasi - studi tentang pelestarian, perlindungan, atau restorasi lingkungan alam, ekosistem alam, vegetasi, dan satwa liar.
  • Cryobiology - studi tentang efek lebih rendah dari biasanya suhu pilihan terhadap makhluk hidup.
  • Cryptozoology - studi tentang makhluk mitos.
  • Cytopathologi - studi tentang penyakit seluler.
  • Developmental Biology (Perkembangan Biologi) - studi tentang proses melalui mana suatu organisme berkembang, dari zigot struktur penuh.
  • Ekologi - studi ekosistem sebagai unit yang lengkap, dengan penekanan pada bagaimana spesies dan kelompok spesies berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya dan unsur-unsur non-hidup.
  • Entomologi - studi tentang serangga.
  • Ekobiologi atau Biologi Lingkungan Hidup - studi tentang alam, secara keseluruhan atau di daerah tertentu, terutama karena dipengaruhi oleh aktivitas manusia.
  • Epidemiologi - komponen utama dari penelitian kesehatan masyarakat, itu adalah studi tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit populasi.
  • Etologi - studi tentang perilaku hewan.
  • Evolusi atau Biologi Evolusioner - studi tentang asal-usul dan layak spesies dari waktu ke waktu
  • Genetika - studi gen dan keturunan.
  • Gerontology - studi tentang aspek-aspek sosial, psikologis, dan biologis penuaan.
  • Herpetologi - studi tentang reptil (dan amfibi)
  • Histologi - Studi tentang sel dan jaringan, cabang mikroskopis anatomi.
  • Iktiologi - studi ikan
  • Macrobiology - studi biologi pada tingkat individu makroskopik (tanaman, hewan, atau makhluk hidup lainnya) sebagai unit lengkap.
  • Mammology - studi tentang mamalia
  • Marine Biology atau Biologi Kelautan - studi ekosistem laut, tanaman, hewan, dan makhluk hidup lainnya.
  • Medical Biology atau Kedokteran - studi tentang tubuh manusia dalam kesehatan dan penyakit, dengan obat allopathic berfokus pada mengurangi atau menyembuhkan tubuh dari penyakit negara
  • Mikrobiologi - studi tentang organisme mikroskopis (mikroorganisme) dan interaksi mereka dengan makhluk hidup lainnya.
  • Biologi Molekuler - studi biologi dan fungsi biologis pada tingkat molekuler, beberapa menyeberang dengan biokimia.
  • Mikologi - studi tentang jamur.
  • Neurobiologi - studi tentang sistem saraf, termasuk anatomi, fisiologi, bahkan patologi.
  • Oseanografi - studi laut, termasuk kehidupan laut, lingkungan, geografi, cuaca, dan aspek lain yang mempengaruhi laut.
  • Ornitologi - studi burung
  • Paleontologi - studi fosil dan bukti geografis kadang-kadang kehidupan prasejarah.
  • Patologi - studi dan diagnosis penyakit
  • Psikiatri - studi tentang penyakit pikiran
  • Parapsikologi - studi fenomena paranormal
  • Pathobiology atau patologi - studi tentang penyakit, dan penyebab, proses, alam, dan perkembangan penyakit
  • Parasitology - studi tentang parasit dan parasitisme
  • Farmakologi - aplikasi studi dan praktis persiapan, penggunaan, dan efek dari obat-obatan dan obat-obatan sintetis.
  • Fisiologi - studi tentang fungsi organisme hidup dan organ-organ dan bagian dari organisme hidup.
  • Fitopatologi - studi tentang penyakit tanaman.
  • Virologi - studi tentang virus dan beberapa agen mirip virus lain, biasanya dianggap sebagai bagian dari mikrobiologi atau patologi.
  • Xenobiology - studi tentang kehidupan ekstra-terestrial.
  • Zoologi - studi tentang binatang dan hewan, termasuk klasifikasi, fisiologi, pengembangan, dan perilaku.
Kemungkinan besar, ilmu-ilmu ini akan semakinberkembang dan bercabang-cabang seiring penelitian mendalam yang dilakukan oleh para ilmuwan di bidangnya masing-masing.
 

Selasa, 30 Oktober 2012

Biologi dan Peranannya bagi Kehidupan

Biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu bios (hidup) dan logos (ilmu). Jadi, Biologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makhluk hidup. Biologi sebagai ilmu dasar bagi ilmu-ilmu terapan seperti ilmu kedokteran, perikanan, pertanian, dan peternakan.

Biologi memelajari makhluk hidup dan benda yang pernah hidup

Biologi sebagai Ilmu
Biologi atau ilmu hayat merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang sering disebut juga sains. Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari gejala alam yang meliputi Fisika, Kimia, Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, serta Biologi.
Biologi sebagai ilmu sains mempunyai beberapa ciri berikut. a. Mempunyai objek kajian berupa benda konkret. Objek dapat dibedakan menjadi objek material dan objek formal. Objek material merupakan objek yang dibahas, sedangkan objek formal merupakan cara memandang objek tersebut. Contoh objek material dari Biologi berupa makhluk hidup dan makhluk yang pernah hidup termasuk fosil. Adapun objek formal Biologi berupa struktur, fungsi, dan interaksi dari makhluk hidup tersebut. b. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris, yaitu pengalaman nyata yang dapat dilakukan oleh setiap orang. c. Sistematis, yaitu menggunakan langkah-langkah yang urut dan bersifat baku. d. Menggunakan cara berpikir yang logis dan konsisten. e. Hasil kajiannya bersifat objektif. f. Teori yang dihasilkan berlaku umum.
Biologi hanya mempelajari makhluk hidup, seolah-olah Biologi merupakan ilmu yang berdiri sendiri. Semakin berkembangnya permasalahan yang dihadapi manusia maka Biologi pada saat ini perlu didukung oleh cabangcabang Ilmu Pengetahuan Alam yang lain, yaitu Kimia dan Fisika. Selain itu, Biologi juga dapat didukung oleh cabang-cabang Ilmu Pengetahuan Sosial, seperti Sejarah, Ekonomi, dan Hukum.
Setiap cabang ilmu pengetahuan tersebut saling berhubungan sehingga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan. Setiap permasalahan perlu diteliti secara ilmiah sehingga diperoleh kebenaran ilmiah yang dapat digunakan sebagai sarana untuk memecahkan masalah. Namun, kebenaran ilmiah bukanlah kebenaran yang mutlak. Kebenaran ilmiah bersifat relatif. Para peneliti perlu melakukan penelitian yang terus-menerus untuk menyempurnakan kebenaran ilmiah yang ada sekarang.
Sumber Pustaka
  • Raven & Johnson. 1987. Biology. Fourth Edition. New York: WBC/McGraw-Hill Companies, Inc.

Selasa, 23 Oktober 2012

Sikap Ilmiah Seorang Ilmuwan

Siapakah seorang saintis / ilmuwan itu? Video dan artikel berikut ini mungkin akan membuat Anda semakin paham tentang siapakah saintis dan apa pekerjaan mereka, dan sikap apa yang perlu dimiliki oleh seorang saintis/ ilmuwan?
pesan ilmuwan dunia
Berikut sebuah video yang memaparkan siapakah seorang ilmuwan itu.

Seorang peneliti harus mempunyai sikap ilmiah ketika menerapkan metode ilmiah. Beberapa sikap ilmiah sebagai berikut.
1. Mampu Membedakan Opini dan Fakta Opini adalah suatu pendapat yang belum teruji kebenarannya melalui suatu penelitian. Adapun fakta adalah hasil suatu penelitian yang kebenarannya sudah teruji.
2. Memiliki Rasa Ingin Tahu Seorang peneliti biasanya selalu ingin mengetahui segala hal. Keingintahuan dan minat atas segala sesuatu merupakan salah satu dasar ditemukannya konsep, teori, dan hukum dalam bidang sains.
3. Peduli terhadap Lingkungan Sikap peduli terhadap lingkungan harus tertanam dalam jiwa seorang peneliti karena suatu penelitian akan sia-sia jika proses maupun hasilnya merusak lingkungan. Sikap ilmiah ini dapat diwujudkan dengan ikut menjaga kelestarian lingkungan.
4. Jujur terhadap Fakta Seorang peneliti harus jujur dalam mengambil dan mengolah data suatu penelitian. Tidak boleh ada pemalsuan (manipulasi) meskipun hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya.
5. Terbuka dan Fleksibel Seorang peneliti harus terbuka dalam menyampaikan hasil kajiannya. Terbuka di sini berarti mau menerima masukan, saran, dan kritikan agar hasil penelitian menjadi lebih baik.
6. Berani Mencoba Rasa ingin tahu tentang sesuatu tidak akan pernah terwujud tanpa keberanian untuk mencoba. Seorang peneliti harus berani untuk mencoba mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang ada di pikirannya.
7. Berpendapat secara Ilmiah dan Kritis Seorang peneliti harus mampu berpendapat secara ilmiah dan kritis. Setiap pendapat harus mempunyai dasar yang kuat dan tepat. Oleh karena itu, seorang peneliti harus banyak membaca buku-buku literatur untuk menambah wawasan.
8. Bekerja Sama Pada saat melakukan percobaan seorang peneliti harus mampu bekerja sama dengan orang lain sehingga percobaan dapat berhasil dengan baik.
9. Ulet dan Gigih Seorang peneliti tidak boleh cepat berputus asa. Jika gagal dalam suatu penelitian, peneliti harus segera mencari penyebab kegagalan itu dan mencobanya lagi untuk memperoleh kesuksesan.
10. Bertanggung Jawab Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti harus dapat bertanggung jawab terhadap hasil penelitiannya. Selain itu, keselamatan tim dan keselamatan lingkungan juga menjadi tanggung jawabnya.

Selasa, 11 September 2012

Swine Flu: Flu Babi, Gejala, dan Cara Pencegahan


Flu babi merupakan penyakit respirasi akut yang endemik pada babi. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Virus influenza merupakan virus RNA yang termasuk dalam famili Orthomyxoviridae.
Wabah flu babi pada populasi babi umumnya terjadi sepanjang tahun dengan peningkatan kejadian pada musim gugur dan dingin. Selain bisa terinfeksi virus influenza babi tipe A subtipe H1N1, babi juga bisa terinfeksi virus flu burung subtipe H5N1 (Avian Influenza Virus) dan virus influenza yang biasa menyerang manusia. Bahkan, babi juga bisa terinfeksi oleh lebih dari satu tipe virus dalam waktu yang sama.
Pada kondisi ini, memungkinkan virus-virus tersebut saling bercampur dan memunculkan strain virus baru dari beberapa sumber (reassortant virus). Hal inilah yang membuat virus flu babi dapat menyerang spesies lain, termasuk manusia.Wabah flu babi pada manusia sangatlah berbeda. Virus flu babi yang menyerang babi tidak sama dengan virus flu babi yang menyerang manusia. Hal ini disebabkan virus flu babi yang menyerang manusia merupakan virus influenza tipe baru yang telah mengalami mutasi sehingga memungkinkan menyebar dari manusia ke manusia.



 
Gambar virus H1N1 Flu Babi
Flu babi yang menyerang manusia kini dikenal sebagai flu babi H1N1. Disebut demikian karena penyakit ini disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H1N1. Untuk membedakan antara virus flu babi yang menginfeksi babi dan virus influenza A subtipe H1N1 yang menyerang manusia, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menamai virus ini dengan sebutan Virus H1N1 2009. Nama yang lain yaitu novel H1N1atau nH1N1, quadruple assortant H1N1, dan H1N1 Pandemik 2009.
Gejala Flu Babi
Gejala flu babi H1N1 umumnya serupa dengan gejala infeksi virus influenza yang biasa menyerang manusia, yaitu demam lebih dari 37,8 derajat celcius, sakit tenggorokan, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri, rasa letih dan lemah, serta badan menggigil. Bahkan, pada beberapa orang penyakit ini ditandai dengan diare dan muntah-muntah.
Cara Penularan Virus Flu Babi H1N1 Hingga saat ini, cara penularan virus flu babi H1N1 belum diketahui secara pasti. Namun, penularan penyakit ini berasal dari penderita lain, bukan dari babi. Virus flu babi dapat menular dari manusia ke manusia melalui batuk dan bersin yang tidak ditutupi atau saat seseorang menyentuh mulut atau hidung dengan tangan yang terkontaminasi virus flu babi.
Upaya Pencegahan Agar Tidak Terinfeksi Flu Babi
Tindakan pencegahan terhadap flu babi antara lain sebagai berikut. 1. Menghindari kontak dengan orang yang sedang terinfeksi virus flu babi. 2. Kenakan masker jika harus kontak dekat dengan orang yang sedang terinfeksi flu babi. 3. Menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau sapu tangan. 4. Hindari menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan secara langsung. 5. Mencuci tangan secara teratur dengan air dan sabun. 6. Menghindari kontak dengan orang lain saat flu. 7. Mencari pertolongan medis jika terkena flu yang parah supaya segera mendapatkan pengobatan. 8. Orang yang menderita atau yang diduga menderita flu babi harus memakai masker, ketika berada di ruang umum. 9. Ibu menyusui dengan gejala flu babi, sementara harus berhenti memberikan ASI kepada anaknya. 10. Melakukan vaksinasi.
Vaksinasi Flu Babi
Penularan virus flu babi pada manusia dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Dalam proses pembuatan vaksin ada dua teknik yang digunakan. Pertama, virus influenza tipe A subtipe H1N1 yang sudah siap diambil protein hemaglutinin (HA) dan neuraminidase (NA)-nya.
Virus tersebut kemudian dicampur dengan virus PR8. Hal ini akan menciptakan virus hibrid baru yang tidak berbahaya dan dapat digunakan sebagai vaksin. Adapun teknik kedua yaitu dengan menyuntikkan virus influenza tipe A subtipe H1N1 dan PR8 ke dalam telur ayam berembrio. Teknik ini akan menghasilkan virus hibrida yang terjadi secara alami dan dapat digunakan sebagai vaksin.
Vaksin flu babi yang disuntikkan ke dalam tubuh akan bekerja dengan membuat sistem kekebalan tubuh menganggap bahwa tubuh telah terinfeksi virus flu babi H1N1. Hal ini akan memicu sistem kekebalan tubuh menciptakan antibodi terhadap virus tersebut. Dengan demikian, jika suatu saat tubuh terinfeksi virus flu babi, sistem kekebalan tubuh akan menghancurkan virus tersebut sebelum dapat menimbulkan penyakit.

Jumat, 17 Agustus 2012

Prinsip Dasar Bioteknologi

Pada dasarnya, bioteknologi adalah suatu proses yang melibatkan berbagai agen biologi yang berupa mikrobia. Mikrobia ini dibiakkan pada suatu substrat yang berisi berbagai makronutrien maupun mikronutrien yang dibutuhkan oleh mikrobia dan disebut sebagai media tumbuh. Mikrobia yang dibiakkan akan menyintesis suatu bahan. Bahan tersebut berupa produk maupun jasa yang dapat dimanfaatkan manusia. Produk maupun jasa yang dihasilkan sangat tergantung pada mikrobia yang digunakan. Mikrobia mempunyai sifat pertumbuhan yang spesifik. Suatu biakan mikrobia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila substrat dan kondisi lingkungannya sesuai. Perubahan pada substrat maupun kondisi lingkungan menentukan produk maupun jasa yang dihasilkan.


Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa bioteknologi merupakan proses pengolahan bahan baku yang memanfaatkan makhluk hidup sebagai agen biologi untuk menghasilkan barang dan jasa. Pada umumnya makhluk hidup yang dimanfaatkan dalam bioteknologi berupa mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut dibiakkan pada suatu media tumbuh yang mengandung berbagai makronutrien dan mikronutrien yang dibutuhkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang dibiakkan akan mensintesis suatu produk berupa barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Pada bioteknologi konvensional, manipulasi dilakukan pada kondisi lingkungan dan media tumbuh (substrat). Zat-zat tertentu ditambahkan dalam media tumbuh agar mikrobia yang ditumbuhkan mampu menyintesis suatu senyawa, misalnya dalam memproduksi mono sodium glutamat (MSG/vetsin). Produksi ini dibantu oleh bakteri Corynobacterium glutamicum. Dalam medium tumbuh, ditambahkan vitamin biotin dalam jumlah yang sangat kecil. Penambahan ini akan mengakibatkan membran plasma bakteri menjadi lemah (bocor) sehingga asam glutamat yang merupakan bahan utama MSG dapat keluar dari sel bakteri. Hal serupa juga dilakukan dalam industri antibiotik.
Pada bioteknologi modern, manipulasi tidak hanya dilakukan pada kondisi lingkungan serta media kultur, tetapi pada susunan gen dalam kromosom. Hal ini seiring dengan kemajuan pengetahuan manusia yang telah sampai pada tingkat molekular.
Sumber Pustaka
  • Glenn, dan Susan T. 1987. New Understanding Biology for Advance Level. Fourth Edition. United Kingdom: Stanley Thorns (Publisher) Ltd.
  • Gutman, B.S. 1999. Biology. New York: Mc Graw Hill.

Sabtu, 14 Juli 2012

Teknik Penyajian Data

Data yang diperoleh dapat disajikan dengan berbagai bentuk, seperti tabel atau grafik. Penyusunan data yang benar akan memudahkan orang lain untuk membaca, menganalisis, dan menarik kesimpulan.

Data yang diperoleh itu kemudian dapat dijadikan bahan analisis. Meskipun analisis data sebaiknya dilakukan melalui metode statistik yang rumit, Anda cukup membandingkan rata-rata dan persentase. Setelah itu, Anda dapat menganalisis apakah hipotesis yang dibuat sesuai dengan hasil percobaan atau tidak.

1. Tabel, dibedakan menjadi beberapa macam, seperti dijelaskan berikut ini. a. Tabel satu arah (one way table) b.Tabulasi silang (lebih dari satu arah ’two-way table) merupakan metode tabulasi untuk merangkum data dengan dua atau lebih variabel secara bersamaan atau sekaligus. c. Tabel distribusi frekuensi merupakan tabel ringkasan data yang menunjukkan frekuensi atau banyaknya item atau objek pada setiap kelas yang ada.

2. Grafik, dibedakan menjadi beberapa macam, seperti dijelaskan berikut ini. a. Grafik batang (bar graph) untuk perbandingan atau pertumbuhan bermanfaat untuk merepresentasikan data kuantitatif maupun kualitatif yang telah dirangkum dalam frekuensi, frekuensi relatif, atau persen distribusi frekuensi. b. Grafik lingkaran (pie chart), untuk melihat perbandingan (dalam persentase/proporsi) digunakan untuk mempresentasikan distribusi frekuensi relatif dari data kualitatif maupun data kuantitatif yang telah dikelompokkan. c. Grafik garis (line chat), untuk melihat pertumbuhan. d. Grafik peta, untuk melihat atau menunjukkan lokasi.

Contoh grafik dan tabel sebagai berikut.

a. Tabel

table curah hujan


b. Grafik batang


grafik batang


c. Grafik kue / roti


grafik kue

d. Grafik garis


grafik garis

Pen-paper-and-mind

Sabtu, 30 Juni 2012

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi bukanlah merupakan ilmu baru dalam peradaban manusia. Bioteknologi telah dilakukan sejak zaman prasejarah, antara lain untuk menghasilkan minuman beralkohol dan makanan yang difermentasikan. Bioteknologi mengalami perkembangan secara bertahap. Semenjak awal diterapkan, sampai dengan tahun 1857 disebut era bioteknologi non-mikrobial.

Keju bioteknologi konvensional mikroba

Bioteknologi konvensional disebut juga bioteknologi tradisional. Jenis bioteknologi ini menggunakan teknik dan peralatan yang sederhana. Pada bioteknologi konvensional, memanfaatkan mikroorganisme, proses biokimia, dan proses genetik alami seperti mutasi dan rekombinasi genetik. Pada bioteknologi konvensional ini manipulasi dilakukan pada kondisi lingkungan dan media tumbuh (substrat).

Makhluk hidup yang digunakan dalam bioteknologi konvensional belum mengalami rekayasa genetika. Jika pun ada, rekayasa yang dilakukan bersifat sederhana dan perubahan bahan genetik yang dihasilkan tidak tepat sasaran. Sebagai contoh pada proses pencarian bibit unggul melalui radiasi akan menghasilkan anakan dengan sifat-sifat baru yang tidak dapat diramalkan sebelumnya.

Kelebihan bioteknologi konvensional sebagai berikut. a. Biaya relatif murah. b. Teknologi relatif sederhana. c. Pengaruh jangka panjang biasanya sudah diketahui. Sementara itu, kelemahan bioteknologi konvensional sebagai berikut. a. Hanya diproduksi dalam skala kecil untuk mencukupi kebutuhan masing-masing. b. Belum ada pengkajian prinsip-prinsip ilmiah. c. Tidak dapat mengatasi ketidaksesuaian genetik. d. Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya. e. Memerlukan waktu relatif lama. f. Perbaikan genetik tidak terarah.

Penerapan bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari-hari

a. Menggunakan mikroorganisme untuk mengubah bahan pangan 1) Aspergillus oryzae atau Aspergillus wentii bersama Saccharomyces rouxii atau Pediococcus soyae atau Torulopsis sp. digunakan dalam pembuatan kecap. Mikroorganisme tersebut mengubah campuran kedelai dan padi-padian menjadi kecap (Indonesia), Shoyu (Jepang), Chiang-yu (Cina) , dan soy-sauce (Eropa).

2) Aspergillus wentii digunakan untuk memfermentasikan biji-bijian, kedelai, dan garam menjadi tauco dan kecap kedelai.

3) Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, R. stolonifer, R. chlamydosporus dimanfaatkan oleh orang untuk memfermentasikan kedelai yang sudah dikupas kulitnya. Miselium jamur tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai membentuk produk yang disebut tempe.

4) Makanan lain yang dibuat menggunakan jasa mikroorganisme melalui proses fermentasi adalah oncom (Neurospora), tape (Aspergillus oryzae, Saccharomyces, Rhizopus sp., Hansenula sp., dan Torulopsis, sp.); roti, kue, anggur, dan bir, (Saccharomyces), serta keju, mentega, yoghurt (Streptococcus lactis)

b. Mikroorganisme yang menjadi bahan pangan

Seperti sudah dijelaskan bahwa mikroorganisme tidak hanya dapat mengubah bahan pangan, tapi justru dapat menjadi bahan pangan itu sendiri. Penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1) Protein Sel Tunggal (PST).

http://aguskrisnoblog.files.wordpress.com/2011/11/gambar-1.jpg

Candida utilis sebagai bahan protein sel tunggal.

Sumber gambar .

Istilah protein sel tunggal digunakan untuk menyatakan protein mikroorganisme untuk membedakan dengan protein yang berasal dari hewan dan tumbuhan. PST mengacu kepada sel mikroorganisme yang dikeringkan seperti bakteri, alga dan jamur yang sebelumnya ditumbuhkan di dalam sistem biakan yang berskala besar. Meskipun mikroorganisme ini ditumbuhkan untuk menghasilkan protein, tetapi juga mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan senyawa nitrogen bukan protein seperti asam nukleat.

Produksi PST pertama yang memberikan harapan berasal dari Jerman, diperoleh dengan jalan menumbuhkan Saccharomyces cerevisae di dalam medium molase (limbah pabrik gula) dan garam amonium. Hasil proses ini dikonsumsi oleh manusia sebagai pengganti protein. Limbah pabrik bubur kayu berupa sulfit juga telah digunakan sebagai bahan baku dengan memanfaatkan khamir Candida utiliauntuk menghasilkan protein bagi manusia dan hewan.

Daftar Pustaka

  • Aberchrombie, M., et al. 1997. Kamus Lengkap Biologi. Jakarta: Erlangga.
  • Brurn, G.D., Larry Mc Kane, and Gerry Karp. 1994. Biology: Exploring Life. New York: John Wiley & Sons.
  • Burnei, David. 1994. Concise Encyclopedia Nature. London: Dorling Kindersler.
  • Burnie, D. 2004. 82 Percobaan Alam. Semarang: Mandira Jaya Abadi.
  • Campbell, N.A. 1997. Biology. Fourth Edition. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company Inc.
  • Langkah Sembiring. 2004. Biologi kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional

Selasa, 15 Mei 2012

Kerja Ilmiah Biologi

Rasa ingin tahu manusia terhadap alam semesta yang diciptakan Tuhan dan kehidupan yang terdapat di dalamnya dari zaman dahulu hingga sekarang seakan tidak ada habis-habisnya. Persoalan dan permasalahan yang ada di alam pun seakan tidak akan pernah habis untuk digali. Itulah sebabnya, ilmu pengetahuan terus berkembang dan penemuan-penemuan baru pun terus bermunculan. Anda juga dapat ikut berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan tersebut jika mempunyai keinginan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan terus mencoba memuaskan rasa keingintahuan yang Anda miliki.

Kerja Ilmiah Biologi

Para ilmuwan mempelajari gejala alam dan permasalahannya menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan suatu kegiatan penelitian objektif untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji ilmu pengetahuan. Langkah-langkah metode ilmiah dapat disimak dalam bagan berikut.

Bagan kerja ilmiah 1

Bagan kerja ilmiah 2

Suatu kegiatan penelitian menggunakan metode ilmiah yang meliputi tujuh langkah berikut.

a. Pemilihan Masalah dan Studi Pendahuluan

Sebelum melakukan suatu penelitian, terdapat dua hal yang harus dilakukan seorang peneliti yaitu mengidentifikasi masalah dan studi pendahuluan. Masalah dapat timbul secara sengaja atau tidak sengaja, contoh masalah yang sengaja ditemukan adalah seorang dokter hewan ingin menguji dosis vaksin yang tepat untuk mengobati penyakit ternak. Contoh masalah yang tidak sengaja ditemukan adalah tanaman yang tumbuh di dekat kandang ayam tampak lebih subur dibanding tanaman yang tumbuh di dalam pot.

Untuk membantu menemukan suatu permasalahan ilmiah yang akan dipecahkan, Anda dapat melihat penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Anda dapat menganalisis hasil penelitian tersebut dan menemukan permasalahan baru. Selain itu, permasalahan juga dapat ditemukan melalui studi pustaka dari berbagai referensi. Semakin banyak buku yang dibaca, semakin mudah menemukan permasalahan. Sumber permasalahan ilmiah juga dapat ditemukan melalui pengamatan (observasi) di lapangan.

b. Perumusan Masalah Perumusan masalah bertujuan untuk memperjelas batasan permasalahan yang akan dipecahkan. Untuk memperoleh rumusan masalah yang baik dapat dituliskan dalam kalimat tanya seperti "apa", "bagaimana", dan "mengapa".Contoh: Mengapa tanaman di yang tumbuh di dekat kandang ayam lebih subur dibandingkan dengan tanaman yang ditanam didalam pot?"

Sebelum melakukan penelitian dari masalah yang ditemukan perlu dirumuskan tujuannya. Hal ini agar penelitian lebih terarah dan mencapai hasil yang optimal. Apabila masalah yang dihadapi cukup luas ruang lingkupnya, permasalahan dapat dipersempit dengan merumuskan tujuannya.

c. Pengumpulan Informasi Pengumpulan informasi dalam bentuk studi literatur berupa teori, konsep, dan hasil penelitian yang sesuai dengan masalah yang diajukan. Sumber pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk memperoleh jawaban sementara dari permasalahan yang diajukan.

d. Pengajuan Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang diajukan. Hipotesis bersifat teoritis sehingga harus diuji kebenarannya. Contoh: Penambahan pupuk urea dapat memengaruhi kecepatan pertumbuhan tanaman ketela pohon.

e. Melakukan Eksperimen Hipotesis yang kita ajukan harus diuji kebenarannya dengan melakukan percobaan (eksperimen). Sebelum melakukan percobaan, alat dan bahan yang akan digunakan harus ditentukan terlebih dahulu. Selain itu, kita juga harus menentukan kelompokkelompok percobaan. Ada dua macam kelompok percobaan dalam Biologi, yaitu kelompok kontrol (kelompok yang tidak diberi perlakuan) dan kelompok perlakuan (kelompok yang diberi perlakuan).

Kelompok perlakuan dapat diberi satu variabel atau lebih. Variabel adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu eksperimen dan memiliki nilai yang dapat diubah-ubah. Beberapa variabel dalam eksperimen sebagai berikut. 1) Variabel bebas adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama dalam suatu eksperimen. 2) Variabel terikat adalah variabel yang muncul karena perlakuan variabel bebas. 3) Variabel kontrol adalah variabel yang dibuat sama dalam suatu eksperimen. 4) Variabel pengganggu adalah variabel yang tidak diharapkan tetapi dapat mengganggu hasil percobaan. Variabel pengganggu ini harus diusahakan tidak ada.

f. Analisis Data Data diperoleh dari hasil eksperimen. Data hasil eksperimen dapat dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut. 1) Data kualitatif yaitu data yang tidak disajikan dalam bentuk angka tetapi dalam bentuk deskripsi. Contoh data ciri morfologi tanaman anggrek bulan. 2) Data kuantitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk angka. Contoh data hasil pengukuran tinggi batang suatu tanaman.

Data kuantitatif harus diolah dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram sehingga mudah dipahami orang lain. Selanjutnya, hasil olahan data tersebut dibandingkan dengan teori, fakta, dan konsep yang ada dalam studi literatur.

g. Pengambilan Kesimpulan Kesimpulan harus mengacu pada hasil eksperimen. Terdapat dua kemungkinan dalam pengambilan kesimpulan, yaitu kemungkinan hipotesis diterima dan kemungkinan hipotesis ditolak.

Format Laporan Praktikum

Hasil penelitian perlu dikomunikasikan kepada orang lain sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan. Hasil penelitian dapat dikomunikasikan dalam bentuk laporan, makalah, atau jurnal. Sebuah laporan ilmiah harus mempunyai unsur-unsur berikut. a. Judul laporan. b. Prakata, berisi ucapan rasa syukur penulis atas selesainya pembuatan laporan ilmiah. Selain itu, prakata juga berisi ucapan-ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian. c. Daftar isi. d. Pendahuluan, berisi latar belakang penelitian, perumusan masalah, hipotesis yang diajukan, dan tujuan penelitian. e. Tinjauan pustaka, berisi teori, konsep, fakta, dan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian. f. Metode penelitian, berisi tentang cara kerja penelitian serta alat dan bahan yang digunakan dalam melaksanakan penelitian. Selain itu, bab ini juga dapat berisi waktu dan tempat melaksanakan penelitian serta cara pengambilan data.

Berikut contoh laporan praktikum yang bisa Anda download.

Laporan Praktikum Ekologi i by Tatag Agung Samodra Wicaksono

 

Daftar Pustaka

  • Campbell, N.A., et al. 2006. Biology Concepts & Connections. California: The Benjamin/Commings Publishing Company
  • Glenn, dan Susan T. 1987. New Understanding Biology for Advance Level. Fourth Edition. United Kingdom: Stanley Thorns (Publisher) Ltd.
  • Gutman, B.S. 1999. Biology. New York: Mc Graw Hill.