Kamis, 29 Agustus 2013

Cara Asyik Menghapalkan Metagenesis Lumut dan Paku

Kreativitas dari kawan-kawan Anda ini perlu diapresiasi, mereka membuat sebuah video kreatif mengenai metagenesis Lumut dan paku. Secara teoritis, metagenesis pada lumut dan paku hampir serupa tetapi tidak sama. Perhatikan keterangan berikut ni sebelum menyaksikan videonya.

1. Metagenesis Lumut

Pada reproduksi tumbuhan lumut terjadi metagenesis yaitu pergiliran keturunan secara teratur antara generasi sporofit (2n) dan generasi gametofit (n). Generasi sporofit menghasilkan spora, sedangkan generasi gametofit menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Gametofit merupakan generasi yang dominan dalam siklus hidup tumbuhan lumut. Metagenesis pada tumbuhan lumut digambarkan pada skema. Reproduksi generatif dilakukan melalui perkawinan antara gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi vegetatif dilakukan dengan dua cara berikut.
a. Membentuk spora haploid (n) yang bersifat homospora.
b. Membentuk pundi kuncup (gemma cup).

metagenesis lumut

2. Metagenesis Paku

Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan spermatozoid dan ovum. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk spora. Reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis.

metagenesis paku homosporametagenesis paku heterospora

Gambar dari kiri ke kanan: Metagenesis paku homospora dan metagenesis paku heterospora

Berikut ini video kreatifnya:

Rabu, 28 Agustus 2013

Animasi Proses Fotosintesis pada Tumbuhan

Apa yang ada dalam pikiran Anda tentang sebuah daun? Puji syukur seharusnya kita panjatkan kepada Tuhan pencipta alam semesta dengan segala isinya. Mengapa? Dalam daun ini Tuhan menciptakan pengolah bahan makanan pertama di dunia melalui proses fotosintesis. Daun dapat melakukan fotosintesis sehingga menghasilkan karbohidrat yang disimpan di dalam buahnya. Buah  dapat menjadi bahan makanan bagi manusia. Sebuah bukti keagungan Tuhan yang telah menciptakan sistem yang sempurna dalam tubuh makhluk hidup, termasuk tumbuhan.

Mudah-mudahan uraian ini semakin menambah wawasan kita akan keagungan Tuhan. Organisme yang dapat melakukan proses fotosintesis seperti tumbuhan dan algae menghasilkan bahan organik untuk biosfer. Bahan organik sebagai sumber energi untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan. Fotosintesis berasal dari kata foton yang artinya cahaya dan sintesisyang artinya penyusunan. Jadi, fotosintesis adalah proses penyusunan bahan organik (karbohidrat) dari H2O dan CO2 dengan bantuan energi cahaya. Proses ini hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari. Jadi, fotosintesis merupakan transformasi energi dari energi cahaya matahari dikonversi menjadi energi kimia yang terikat dalam molekul karbohidrat. Proses ini berlangsung melalui reaksi berikut.

image

Organela yang berperan dalam fotosintesis ialah kloroplas. Kloroplas mengandung pigmen klorofil dan menyebabkan warna hijau pada daun. Kloroplas mempunyai membran ganda (luar dan dalam) yang mengelilingi matriks fluida yang disebut stroma. Stroma mengandung enzim yang berperan untuk menangkap CO2 dan mereduksinya. Sistem membran di dalam stroma membentuk kantung-kantung datar yang disebut tilakoid. Pada beberapa empat tilakoid bertumpuk membentuk grana.

Klorofil dan pigmen lainnya terdapat pada membran tilakoid. Pigmen yang terdapat pada kloroplas, yaitu klorofil a(berwarna hijau), klorofil b(berwarna hijau tua), dan karoten (berwarna kuning sampai jingga). Pigmen tersebut mengelompok dalam membran tilakoid membentuk perangkat pigmen yang penting dalam fotosintesis. Berikut adalah animasi proses fotosintesis yang dapat Anda pelajari. (KLIK Gambar  BUMI)

Selamat Datang di Dunia Tumbuh-tumbuhan yang Menakjubkan!

Bumi barangkali adalah satu-satunya tempat di tata surya yang memungkinkan adanya kehidupan.

Jika memang demikian, maka kita harus berterima kasih pada...tumbuhan .

Mereka telah memberi bumi makanan, tempat bernaung dan oksigen selama miliaran tahun.

Keanekaragamannya yang luar biasa, dan kecantikannya yang sangat memesona tak ada bandingnya di bumi.

Mereka memberi dunia  ini makanan !

Mereka berjuang untuk mendapatkan sumber cahaya agar dapat menangkap sinar matahari.
Mereka mungkin adalah suatu bentuk kehidupan terdahsyat di bumi.

Semoga video ini dapat menjadi pembuka semangat awal untuk memelajari dunia yang mengagumkan di sekitar kita. Kingdom Plantae!

Going-Green-Earth

Selamat datang di dunia tumbuh-tumbuhan
Mari bersama-sama kita memelajarinya!

Kami menantimu!

Rabu, 21 Agustus 2013

Parameter Air Layak Dikonsumsi

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, pengertian air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Berdasarkan Kepmenkes tersebut, kualitas air minum ditentukan berdasarkan persyaratan bakteriologis, kimia, radioaktif, dan fisik.

bakteri ngeri

1. Parameter Bakteriologis
Bakteri patogen yang memengaruhi kualitas air sesuai Kepmenkes yaitu bakteri coliform, seperti Escherichia coli, Clostridium perfringens, dan Salmonella. Bakteri patogen tersebut dapat membentuk toksin (racun) setelah periode laten selama beberapa jam. Keberadaan bakteri coliform (E. coli tergolong jenis bakteri ini, yang banyak ditemui di kotoran manusia dan hewan) dalam sumber air menunjukkan kualitas sanitasi yang rendah dalam proses pengadaan air. Makin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, makin tinggi pula risiko kehadiran bakteri patogen, seperti bakteri
Shigella (penyebab muntaber), dan S. typhi(penyebab tifus, kolera, dan disentri).

2. Parameter Kimia
Parameter kimia meliputi kandungan bahan-bahan anorganik (baik yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan atau yang memungkinkan menimbulkan keluhan kesehatan) dan bahan-bahan anorganik (baik yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan atau yang memungkinkan menimbulkan keluhan kesehatan). Air minum secara kimiawi tidak boleh mengandung partikel terlarut dalam jumlah tinggi serta logam berat (misalnya Hg, Ni, Pb, Zn,dan Ag) ataupun zat beracun, seperti senyawa pestisida, desinfektan, hidrokarbon, dan detergen. Ion logam berat dapat mendenaturasi protein. Selain itu, logam berat dapat bereaksi dengan gugus fungsi lainnya dalam biomolekul. Di dalam tubuh, logam-logam berat tersebut akan tertimbun di berbagai organ terutama saluran cerna, hati, dan ginjal. Oleh karena itu, organ-organ tersebut sering mengalami kerusakan jika mengonsumsi air yang tercemar oleh bahan kimia.

3. Parameter Fisik
Parameter fisik yang harus dipenuhi pada air minum yaitu harus jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Sementara itu, suhu air minum sebaiknya sejuk dan tidak panas. Selain tu, air minum tidak menimbulkan endapan.


4. Parameter Radioaktif
Air minum tidak boleh mengandung bahan-bahan radioaktif maupun aktivitas radioaktif.

Salah satu faktor yang tidak kalah penting dalam menentukan kualitas air yang layak konsumsi adalah kandungan TDS (Total Dissolved Solids) atau kandungan unsur mineral dalam air. Contoh unsur mineral dalam air yaitu zat kapur, besi, timah, magnesium, tembaga, sodium, klorit, dan klorin. Air yang mengandung mineral tinggi sangat tidak baik untuk kesehatan. Mineral dalam air tidak hilang dengan cara direbus. Mineral yang baik bagi tubuh manusia yaitu mineral organik yang berasal dari sayur, buah, daging, telur, atau susu. Mineral dalam air minum merupakan mineral nonorganik atau mineral dari benda mati yang tidak bisa diuraikan oleh tubuh. Menurut standar WHO, air minum yang layak dikonsumsi memiliki kadar TDS < 100.

Apabila terlalu banyak mineral nonorganik di dalam tubuh dan tidak dikeluarkan, seiring berjalannya waktu akan mengendap di dalam tubuh yang mengakibatkan tersumbatnya bagian tubuh. Misal apabila mengendap di mata mengakibatkan katarak, dalam ginjal/empedu mengakibatkan batu ginjal/batu
empedu, dalam pembuluh darah mengakibatkan pengerasan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, dan strok, pada otak mengakibatkan Parkinson, serta pada persendian tulang mengakibatkan pengapuran.

Selain menggunakan parameter-parameter di atas, air yang sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik.
1. Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar kromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, menandakan air tersebut tercemar oleh besi.
2. Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat, dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa mengakibatkan air berubah menjadi keruh.
3. Polutan berupa mineral akan membuat air memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, aluminium, mangan, sulfat atau kapur dalam jumlah besar.
4. Air yang rasanya seperti air sabun menunjukkan air telah tercemar alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat atau bahan pencuci yang lain misalnya detergen.
5. Rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai.
6. Bau yang tercium dalam air juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, sudah menunjukkan bahwa air tidak layak dikonsumsi.

Rabu, 14 Agustus 2013

Video Tumbuhan yang Menakjubkan

Dunia tumbuhan sekan tak henti-hentinya memberi inspirasi bagi para penjelajah alam. Tumbuhan merupakan salah satu alasan bahwa bumi layak untuk ditinggali manusia dan binatang. Tumbuhan memberi kesegaran dengan oksigen bagi pernapasan makhluk hidup. Lebih dari fungsi tersebut, tumbuhan memiliki milyaran varian dengan keunikan dan kelebihannya. Ciptaan sempurna dari sang Maha Perupa. Berikut ini video yang menakjubkan dari dunia tumbuhan dengan kualitas gamabr High definition. Semoga dapat sedikit memenuhi dahaga petualangan bagi para pecinta keajaiban alam semesta.


Bagaimana? tertantang untuk bereksplorasi?

Alam menanti Anda

Senin, 05 Agustus 2013

Proses Suksesi dalam Ekosistem

Komunitas yang terdiri atas berbagai populasi bersifat dinamis atau selalu berubah. Akibatnya, terjadi perubahan pada ekosistem. Ekosistem akan senantiasa mengalami perubahan dan akan berhenti setelah tercapai keseimbangan ekosistem. Pengertian suksesi adalah proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju ke arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil. Proses suksesi akan berakhir apabila lingkungan tersebut telah mencapai keadaan yang stabil atau telah mencapai komunitas klimaks. Ekosistem yang telah mencapai komunitas klimaks dapat dikatakan telah memiliki homeostatis sehingga mampu mempertahankan kestabilan internalnya. Berdasarkan kondisi habitat pada awal suksesi, terdapat dua tipe suksesi yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

a. Suksesi Primer
Suksesi primer terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi baik secara alami maupun karena campur tangan manusia.Gangguan secara alami misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batu bara, dan minyak bumi.

Terjadinya suksesi primer dapat kita amati pada daerah yang baru saja mengalami letusan gunung berapi. Mula-mula daerah tersebut gersang dan tandus. Setelah beberapa saat tanah akan ditumbuhi oleh spesies pionir (perintis), misalnya lumut kerak. Spesies pionir ini akan melapukkan batuan dan menggemburkan tanah sehingga tanah dapat ditumbuhi rumput-rumputan yang tahan kekeringan. Setelah rumput-rumput ini tumbuh dengan suburnya, tanah akan semakin gembur karena akar-akar rumput dapat menembus dan melapukkan tanah, juga karena rumput yang mati akan mengundang datangnya dekomposer (pengurai) untuk menguraikan sisa tumbuhan yang mati.

Dengan semakin subur dan gemburnya tanah maka biji-biji semak yang terbawa dari luar daerah itu akan tumbuh sehingga proses pelapukan akan semakin banyak. Dengan makin gemburnya tanah, pohonpohon akan mulai tumbuh. Kehadiran pohon-pohon akan mendesak kehidupan rumput dan semak sehingga akhirnya tanah akan didominasi oleh pepohonan. Sejalan dengan perubahan vegetasi, hewan-hewan yang menghuni daerah tersebut juga mengalami perubahan tergantung pada perubahan jenis vegetasi yang ada. Ada hewan yang datang dan ada hewan yang pergi. Akhirnya terbentuklah komunitas klimaks atau ekosistem seimbang yang tahan terhadap perubahan.

Komunitas klimaks yang terbentuk dapat berupa komunitas yang homogen, tetapi dapat juga berupa komunitas yang heterogen. Contoh komunitas klimaks homogen adalah hutan pinus dan hutan jati. Contoh komunitas klimaks yang heterogen misalnya hutan hujan tropis. Perhatikan mekanisme suksesi primer hingga terbentuk komunitas klimaks berikut!

komunitas klimaks

Keterangan gambar:

1. Suksesi yang berlangsung pada danau yang telah mengalami kerusakan diawali dengan tumbuhnya spesies pionir seperti fitoplankton, Algae, dan beberapa tumbuhan yang hidup di dasar perairan, misal Hydrilla sp., Cabomba sp., dan Elodea sp. Tumbuhan-tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan baik karena akarnya yang berserabut mampu menembus tanah dan menyerap nutrien.
2. Tumbuhnya berbagai tumbuhan yang hidup melayang di permukaan air, misal eceng gondok (Eichornia sp.).
3. Semakin banyak tumbuhan yang hidup melayang di permukaan air, mengakibatkan tumbuhan yang hidup di dasar air mati karena cahaya matahari tidak dapat menembus masuk dalam air sehingga tumbuhan dasar air tersebut tidak dapat melakukan fotosintesis.
4. Semakin banyak tumbuhan yang hidup melayang di permukaan air mengakibatkan danau semakin dangkal.
5. Tumbuhan air banyak yang mati karena danau telah kering. Tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer. Dalam waktu bersamaan berlangsung proses erosi dan sedimentasi yang mengakibatkan danau dipenuhi oleh tanah.
6. Setelah itu, danau menjadi rata dengan tanah dan dipenuhi oleh tumbuhan darat yang lama-kelamaan terbentuklah komunitas klimaks.

 

suksesi

Gambar: suksesi Primer di alam

 

b. Suksesi Sekunder
Suksesi sekunder terjadi jika suatu komunitas mendapat gangguan tetapi hanya mengakibatkan rusaknya sebagian komunitas. Gangguan tersebut dibedakan menjadi dua sebagai berikut
1) Gangguan alami dapat berupa banjir, gelombang tsunami, dan angin kencang.
2) Gangguan oleh campur tangan manusia dapat berupa penebangan hutan dan pembukaan lahan dengan membakar hutan.

image

Gambar: Proses suksesi sekunder setelah terjadi kebakaran hutan.

 

Kecepatan proses suksesi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.
a. Luas komunitas asal yang rusak karena gangguan.
b. Jenis-jenis tumbuhan yang terdapat di sekitar komunitas yang terganggu.

c. Kehadiran pemencar benih.
d. Iklim, terutama arah dan kecepatan angin yang membantu penyebaran biji, spora, dan benih serta curah hujan.
e. Jenis substrat baru yang terbentuk.
f. Sifat-sifat jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat terjadinya suksesi. Contoh suksesi ini yaitu tegal-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.

Pembagian Organisme yang Hidup di Perairan

Berdasarkan kebiasaan hidup dalam air, organisme air dibedakan atas lima macam berikut.
a. Plankton :organisme yang bergerak pasif mengikuti arus air.
b. Nekton :organisme yang bergerak aktif berenang.
c.  Neuston :organisme yang beristirahat mengapung di permukaan.
d. Bentos :organisme yang bergerak merayap atau melekat di dasar.
e. Perifiton :organisme yang melekat pada batang, akar, dan daun/ permukaan benda lain.

anemon-clownfish-anton-w-lowres

Sabtu, 03 Agustus 2013

Mekanisme Pembuahan Ganda pada Angiospermae

Proses pembuahan yang terjadi pada Angiospermae dikenal dengan pembuahan ganda. Proses pembuahan diawali dengan penyerbukan (polinasi), yaitu penempelan butir serbuk sari ke kepala putik. Setelah penyerbukan, butir serbuk sari yang menempel pada kepala putik berkecambah membentuk buluh serbuk sari.

Inti sel serbuk sari membelah menjadi sel vegetatif dan sel generatif. Sel vegetatif bergerak ke buluh serbuk sari yang menuju bakal buah (ovarium). Sementara itu, sel generatif membelah secara mitosis menghasilkan dua sel sperma. Saat buluh polen (serbuk sari) mencapai ovum (bakal biji), inti vegetatif menembus kantong embrio melalui mikrofil dan melepaskan kedua sel sperma.

Satu sel sperma (inti sel generatif) membuahi sel telur membentuk zigot yang bersifat diploid (2n), sedangkan sel sperma lainnya (inti sel generatif 2) membuahi dua inti kandung lembaga sekunder (2n) sehingga terbentuk sel triploid (3n). Sel ini akan membelah membentuk jaringan penyimpan makanan cadangan yang disebut endosperm.

Selanjutnya, endosperm akan menyediakan makanan bagi embrio yang berkembang dari zigot. Dua peristiwa fusi yang terjadi antara sel sperma dengan sel telur dan sel sperma dengan kandung lembaga sekunder (2n) inilah yang dikenal dengan pembuahan ganda pada Angiospermae. Sel antipoda serta sel sinergid biasanya mengalami degenerasi. Proses pembuahan selanjutnya akan diikuti dengan perkembangan buah dan biji.

Gambar : Proses pembuahan ganda pada Angiospermae

image

Sumber: Campbell, N.A. 1997. Biology. Fourth Edition. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company Inc.

Reproduksi Gymnospermae dan Angiospermae

a. Gymnospermae

Tumbuhan Gymnospermae menghasilkan heterospora yaitu berupa mikrospora dan megaspora. Mikrospora berkembang menjadi mikrogametofit (gametofit jantan) dan berisi serbuk sari. Sementara itu, megaspora berkembang menjadi megagametofit (gametofit betina). Pada bakal biji (megaspora) terdapat struktur liang biji ( mikrofil) dan kantong serbuk sari (pollen chamber) yang mengganti fungsi bunga sebagai organ reproduksi betina.

Setelah serbuk sari dilepas, butir serbuk sari berkembang menjadi sperma. Pada saat penyerbukan, serbuk sari melekat pada bakal biji. Selanjutnya, sperma bergerak menuju sel telur melalui buluh sebuk sari. Jika terjadi pembuahan, akan terbentuk zigot yang berkembang menjadi embrio dan biji. Jika biji tersebut jatuh pada tempat yang sesuai, biji akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru.

Penyerbukan pada Gymnospermae dilakukan dengan perantara angin (anemokori). Skema daur hidup tumbuhan Gymnospermae digambarkan pada bagan berikut ini.

image

Gambar:  Skema daur hidup tumbuhan Gymnospermae

b. Angiospermae
Angiospermae dapat berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Berikut skema siklus hidup Angiospermae secara generatif.

image

Gambar : Skema siklus hidup Angiospermae

Jumat, 02 Agustus 2013

Metagenesis Tumbuhan Paku

Metagenesis (pergiliran keturunan) pada tumbuhan paku merupakan bagian dari mekanisme reproduksi tumbuhan ini.  Reproduksi generatif tumbuhan paku dilakukan melalui peleburan spermatozoid dan ovum. Reproduksi vegetatifnya dengan membentuk spora. Reproduksi generatif dan reproduksi vegetatif berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran keturunan yang disebut metagenesis. Berikut skema metagenesis pada tumbuhan paku homospora, heterospora, dan peralihan. Berikut adalah bagan metagenesis tumbuhan paku.

Bagan 1: Skema metagenesis pada tumbuhan paku homospora

Metagenesis paku homospora

 

Bagan 2: Skema metagenesis pada tumbuhan paku heterospora

Metagenesis paku heterospora

Bagan 3: Bagan metagenesis paku peralihan

Metagenesis paku peralihan

Selain menggunakan spora, beberapa jenis tumbuhan paku bereproduksi vegetatif dengan beberapa cara berikut.
a. Umbi batang, misal Marsilea crenata.
b. Tunas pada tepi daun atau kuncup tunas, misal Asplenium buldiferum.
c. Tunas pada ujung daun, misal Asplenium pentifidum.
d. Tunas akar, misal Ophioglosum sp.
e. Fragmentasi, misal Dryopteris rigida.

10 Tanaman Unik di Dunia

Berbicara tentang dunia tumbuhan, kita seolah diajak untuk semakin takjub pada kekuasaan sang Pencipta dalam mendesain, menciptakan, dan menghiasi bumi dengan ragam tanaman yang unik. Berikut adalah sepuluh tanaman daribeberapa penjuru dunia yang memiliki keistimewaan dan kenikan tersendiri dalam beradaptasi pada habitatnya. Silahkan sahabat Zona Biologi Kita menyimaknya.

1. Tumbuhan Paling Tangguh di Dunia
Welwitschia mirabilis

Welwitschia_mirabilis

Tumbuhan asli Namibia ini hanya mempunyai dua daun, satu batang, dan sistem akar. Kedua daun ini terus mengalami pertumbuhan. Batang tanaman ini semakin lama akan semakin tebal, tetapi tidak bertambah tinggi. Tinggi maksimum tumbuhan ini hanya 2 meter, tetapi lebarnya dapat mencapai 8 meter. Umur tanaman ini bisa mencapai 400 sampai 15 abad. Welwitschia mirabilis bisa hidup tanpa hujan selama 5 tahun. Selain itu, tanaman yang dalam bahasa Namibia disebut Onyanga ini ternyata enak dimakan, baik dimakan mentah maupun dimasak dalam bara api. Arti nama Onyangaya itu bawang padang pasir.

2. Tanaman Karnivora
Dionaea muscipula

Dionaea_muscipula_trap

Tanaman yang juga disebut sebagai tanaman Venus (Venus Flytrap) ini merupakan tanaman karnivora paling terkenal karena aktivitas dan efisiensinya dalam memerangkap mangsa. Ciri khas tanaman ini adalah memiliki pasangan daun yang berfungsi sebagai perangkap serangga-serangga kecil. Pasangan daun ini memiliki rambut yang ultrasensitif sehingga dapat merasakan adanya hewan atau serangga kecil yang datang. Begitu rambut di daun ini tersentuh maka daun akan mengatup dan memerangkap hewan apa pun yang mendekatinya.

Tumbuhan venus atau The Venus Flytrap seperti adalah tanaman yang mendapatkan nutrisinya dengan menangkap serangga. Perlu diketahui bahwa serangga hanya dimanfaatkan tumbuhan venus untuk memenuhi nutrisi dan bukan untuk memenuhi energi. Tanaman memerlukan zat hara disamping air untuk proses fotosintesis sebagai media pembentukan energi, lebih tepatnya tumbuhan memerlukan unsur-unsur seperti nitrogen, fosfor, dan karbon sebagai bahan baku proses fotosintesis.

Pada umumnya beberapa tumbuhan mendapatkan bahan-bahan tersebut dari tanah tempat tumbuhan tersebut tumbuh menggunakan proses kapilarisasi di akarnya, akan tetapi tumbuhan Flytrap ini biasanya tumbuh di daerah yang tanahnya minim akan kandungan bahan anorganik dan mineral lainnya. Oleh karena itu Venus Flytrap beradaptasi guna memperoleh zat hara tersebut dengan cara yang berbeda yakni dengan memangsa serangga seperti belalang, laba-laba, kumbang, dan jangkrik .

venus tanaman pemakan serangga

Tumbuhan venus disebut juga tumbuhan pemangsa serangga dan merupakan salah satu jenis tumbuhan unik dunia. Tanaman venus memiliki keahlian dalam menangkap serangga, sehingga venus juga dikategorikan tanaman insektivora. Tumbuhan venus memiliki warna merah yang menawan dan hal ini mampu menarik perhatian serangga yang ada disekitarnya. Selain itu pada bagian tengah daun venus mengeluarkan kelenjar / cairan dan bau sedap yang membuat serangga semakin penasaran untuk menghinggapinya.

Tumbuhan ini memiliki sistem perangkap untuk menjebak, menangkap dan memakan serangga yang hinggap padanya, yaitu dengan menarik perhatian serangga dengan warna merah daunnya yang menawan. Serangga tergoda oleh aroma sedap yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di sekeliling dedaunan tumbuhan venus akan hinggap di atas tumbuhan tanpa rasa curiga sedikitpun akan bahaya yang mengintainya. Di saat bergerak ke sumber “makanan”, ia menyentuh rambut-rambut yang seolah tampak tidak berbahaya pada permukaan tumbuhan tersebut.

Ketika merasakan sentuhan serangga yang menghampirinya, tumbuhan ini dengan segera bergerak melipat dan menutup rapat daun-daunnya. Gerakan ini membuat serangga terperangkap dan terjepit di antara daun-daun tersebut. Daun-daun ini mengapit semakin lama semakin erat akibat kepakan sayap serangga yang menyentuh rambut secara berulang-ulang. Tumbuhan ini kemudian mengeluarkan cairan pelarut daging pada tubuh serangga. Dalam waktu singkat, ia melumatkan mangsanya hingga menjadi seperti bubur dan kemudian memakan hidangan yang lezat ini.

Tumbuhan venus memiliki kemampuan menutup daun-daunnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lebih cepat dibandingkan dengan gerakan tercepat menutupnya jari-jemari tangan manusia. Buktinya, seringkali manusia tak mampu menangkap seekor lalat yang hinggap pada telapak tangannya, tapi tumbuhan Venus melakukannya dengan mudah. Hal menarik yang perlu diketahui adalah bagaimana tumbuhan yang tidak memiliki otot atau kerangka ini mampu melakukan gerakan yang sangat cepat tersebut?

Terdapat sistem elektrik yang sangat rumit pada tumbuhan venus. Rangsangan yang diakibatkan oleh sentuhan tubuh serangga pada rambut-rambut venus diteruskan ke reseptor (sistem penerima rangsangan) di bawah rambut-rambut tumbuhan tersebut. Reseptor kemudian meneruskan rangsangan ini dalam bentuk signal-signal listrik ke sel-sel motorik yang menyebabkan daun-daun venus melakukan gerakan cepat dan mendadak. Mekanisme tersebut diaktifkan terus-menerus untuk menahan serangga agar tidak lepas. Berikut video yang menunjukkan kehebatan venus dalam menangkap mangsanya.

Video: http://youtu.be/9sggQQuBU40 


 

3.Bunga Terbesar di Dunia
Rafflesia arnoldii

Rafflesia arnoldii besar

Bunga besar yang langka ini mendapat perhatian luar biasa di dunia. Ukuran bunganya dapat mencapai 1 meter dengan berat mencapai 8 kg sampai 12 kg. Bunga ini dapat mekar selama tiga hari sampai satu minggu. Sayangnya, dari hasil penyerbukan tersebut hanya 10–20 persen saja yang berhasil tumbuh.

Penamaan bunga raksasa ini tidak terlepas oleh sejarah penemuannya pertama kali pada tahun 1818 di hutan tropis Sumatera. Seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang menemukan bunga raksasa ini pertama kali. Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah mengikuti ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles. Jadi penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari gabungan nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga.

Rafflesia Arnoldi sebagaimana jenis Rafflesia lainnya merupakan tumbuhan parasit obligat. Ia tumbuh di dalam batang liana (tumbuhan merambat) dari genus Tetrastigma. Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu ber-fotosintesis sendiri. Nutrisi yang dibutuhkan bunga ini diambil dari pohon inangnya.

Selain tidak memiliki daun, bunga yang ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Bengkulu dan sebagai puspa langka (satu dari tiga bunga nasional) Indonesia ini juga tidak memiliki batang maupun akar. Praktis bagian tanaman Rafflesia Arnoldi yang tampak hanyalah bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu.

Bunga Rafflesia Arnoldi (Rafflesia arnoldii) memiliki bunga yang melebar dengan 5 mahkota bunga. Saat mekar diameter bunga ini dapat mencapai antara 70-110 cm dengan tinggi mencapai 50 cm dan berat mencapai 11 kg. Di dasar bunga di bagian tengah berbentuk gentong terdapat benang sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat presentase keberhasilan pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.

4.Tanaman Menari
Desmodium gyrans

Darwin menamai tumbuhan ini Hedysarum dan para ahli botani menyebutnya Desmodium gyrans atau Codariocalyx motorius. Nama yang biasa dikenal adalah rumput menari (dancing grass) atau tanaman semaphore (semaphore plant) karena gerakan daunnya yang mirip dengan gerakan tangan pengirim sinyal semaphore.


 

Tanaman ini mudah sekali tumbuh karena hanya membutuhkan cahaya matahari dan air saja tanpa perlu diberikan pupuk.

5.Tanaman Baseball
Euphorbia obesa

baseball plants

Tanaman ini merupakan tanaman endemik di daerah Great Karoo, Afrika Selatan. Oleh karena bentuknya yang lucu mirip baseball,banyak penggemar tanaman mengambil tanaman ini dan mengoleksinya. Akibatnya, populasi tanaman ini semakin berkurang. Oleh karena itu, tanaman ini dilindungi oleh pemerintah
Afrika Selatan.

Tanaman ini bersifat dioceus atau berumah dua, artinya terdapat dua jenis bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina yang terpisah. Berikut gambar bunga jantan dan betina dari tanaman Baseball ini.

Bunga jantan

female flower -Euphorbia_obesa

Bunga betina

 

6. Bunga Bangkai
Amorphophallus titanum

Bunga Bangkai Titanium

Beberapa kalangan sering salah dalam mengidentifikasi bunga bangkai ini sebagai Rafflesia, padahal tidak demikian. Bunga yang satu ini berukuran besar dan tinggi, bahkan lebih tinggi dari manusia. Ketinggian bunga bangkai dapat mencapai 3 meter. Bunga ini mendapat julukan bunga bangkai karena mengeluarkan bau dan memiliki warna mirip bangkai yang membusuk. Bunga ini ternyata juga dikenal luas di masyarakat dunia sebagai salah satu tumbuhan asli Indonesia.

Bunga bangkai atau suweg adalah sekelompok tumbuhan dari genus Amorphophallus yang merupakan anggota dari famili dari Araceae (talas-talasan). Jenis yang paling dikenal dari bunga bangkai (Amorphophallus) adalah bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa atau titan arum yang mempunyai nama latin Amorphophallus titanum dan Amorphophallus gigas atau Sumatera Giant Amorphophallus.

Bunga bangkai (Amorphophallus) merupakan tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis mulai dari kawasan Afrika barat hingga ke Kepulauan Pasifik termasuk di Indonesia. Sebagian besar, bunga bangkai merupakan spesies endemik dengan bunga majemuk terbesar dan tertinggi di dunia.

Amorphophallus mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya. Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu. menyisakan umbi di dalam tanah.

Apabila kondisi memungkinkan, fase vegetatif akan disusul dengan fase generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi. Kedua fase ini kan terjadi berulang dan terus menerus.

Saat bunga bangkai mengalami fase generatif (mekarnya bunga), bunga tertinggi ini mengeluarkan bau menyengat seperti bau bangkai. Bau busuk ini berfungsi sebagai pemikat bagi lalat dan kumbang yang mana serangga-serangga tersebut akan berkontribusi dalam proses penyerbukan. Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Dan bunga bangkai kemudian kembali memasuki fase vegetatif.

Terdapat sekitar 170 spesies bunga bangkai di seluruh dunia. Spesies yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah:

  • Amorphophallus titanum (Bunga bangkai raksasa, Titan arum, suweg raksasa)
  • Amorphophallus gigas (Amorphophallus raksasa sumatera)
  • Amorphophallus decussilvae (Bunga bangkai jangkung, bunga bangkai jawa barat)
  • Amorphophallus beccarii; Amorphophallus campanulatus (Suweg); Amorphophallus oncophyllus (iles-iles, porang, ileus)

 

7.Pohon Botol
Baobab

Baobab Afrika

Pohon ini merupakan tumbuhan asli daerah Madagaskar, Afrika, dan Australia. Pohon ini disebut pohon botol karena selain bentuknya memang mirip botol, ternyata pohon ini dapat menyimpan sampai dengan 300 liter air dan bisa tumbuh sampai 500 tahun.

 

8. Pohon Darah Naga
Dracaena cinnabari

Dracanea darah naga

Dracaena cinnabari merupakan tanaman asli Kepulauan Socotra. Pohon ini dikenal dengan nama pohon darah naga atau pohon naga socotra. Salah satu keunikan pohon ini adalah memiliki bentuk seperti payung. Nama darah naga dari pohon ini diambil dari getahnya yang berwarna merah. Getah dari pohon ini
berguna untuk pengobatan dan sering digunakan sebagai pewarna merah alami.

 

9. Tanaman Kebangkitan
Selaginella lepidophylla

sellaginella tanaman kebangkitan

Nama lain bunga ini adalah bunga jericho. Tumbuhan gurun pasir ini dikenal atas kemampuannya bertahan hidup bahkan pada saat kekeringan. Pada saat musim kering, batangnya akan mengerut dan menggulung menjadi bola. Setelah ada air, batang tanaman tersebut akan melepaskan diri dari gulungannya.
Tanaman ini banyak ditemui di Gurun Chihuahua.

10. Pohon Dinamit

HUra Brasiliensis

Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang berasal dari hutan tropis Amazon. Tanaman ini mendapat julukan pohon neraka atau pohon kotak pasir (sandbox tree). Batangnya ditutupi duri tajam dan getah pohon ini ternyata beracun. Getahnya sering digunakan oleh penduduk setempat untuk dioleskan pada mata panah. Dengan demikian, mata panah mengandung racun sehingga dapat digunakan untuk membunuh hewan buruan. Tanaman ini menghasilkan buah. Buah yang sudah matang ini akan meledak dengan kekuatan ledakan yang dapat melukai manusia dan hewan yang lewat di dekat pohon ini. Oleh karena kekuatannya ini, Hura brasiliensis diberi nama pohon dinamit.

 

Sumber:

www.bisejati.wordpress.com

www.alamendah.wordpress.com

www.youtube.com